485 Kendaraan Terjaring Razia Samsat

TANGERANG, SNOL Kesadaran masyarakat Kota Tangerang untuk tertib membayar pajak kendaraan masih rendah. Hal ini terbukti dari banyaknya kendaraan yang berhasil terjaring razia oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Samsat Ciledug Tangerang, Rabu (27/11). Sebanyak 485 kendaraan baik roda dua dan roda empat diketahui pajaknya masih bermasalah, alias belum dibayar.
Menurut Kepala UPTD Samsat Ciledug, Abdullah, dalam razia yang dilakukan untuk keempat kalinya tersebut, ada dua titik yang menjadi lokasi razia kendaraan yang pajaknya bermasalah. Yakni di kawasan Raden Fatah dan Metro Karang Tengah. “Untuk hari ini (kemarin) ada dua titik lokasi razia. Yakni di jalan Raden Fatah dan Metro Karang Tengah. Karena, kedua jalur perlintasan tersebut dinilai cukup ramai lantaran merupakan jalur utama yang sering dilalui kendaraan roda dua dan roda empat,” terangnya.
Ditambahkan Abdulah, razia kali ini juga merupakan razia gabungan yang dilakukan oleh Samsat, Kepolisian dan pihak dari Jasa Raharja. Diharapkan, melalui giat rutin tersebut, pihaknya bisa memberikan pencerahan kepada para masyarakat agar tertib membayar pajak.
Padahal, dikatakan Abdullah, hasil pembayaran pajak daerah dari kendaraan sangatlah mempengaruhi kelangsungan pembangunan di suatu daerah. “Uang hasil dari pembayaran pajak itu sendiri nantinya juga akan dinikmati oleh masyarakat. Seperti untuk pembangunan jalan, infrastruktur sekolah dan lain-lain,” terangnya saat ditemui usai memantau jalannya kegiatan razia di kawasan Karang Tengah.
Abdullah menambahkan, razia kali ini juga sengaja dilakukan UPTD Samsat Ciledug guna pencapaian target pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan yang mencapai Rp 340 miliar untuk tahun 2013. “Sampai bulan November ini, sudah tercapai sekitar Rp 300 miliar lebih. Oleh karena itu, kami akan galakkan terus bagi para wajib pajak untuk segera membayar pajak kendaraannya. Agar target pencapaian pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan pada tahun ini bisa tercapai,” tegasnya.
Selain rutin melakukan kegiatan razia kendaraan, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi pembayaran pajak online yang bisa dibayarkan di unit mobil Samsat Keliling. “Kami juga ada pembayaran pajak online yang bisa dilakukan di mobil samsat keliling. Prosesnya bisa lebih cepat dan efisien. Karena tidak perlu mengantre,” terangnya.
Meski demikian, pihaknya tetap berharap jika kedepan, Samsat Ciledug bisa memiliki unit kendaraan samsat keliling sendiri. Pasalnya, yang ada saat ini merupakan milik provinsi. Dan harus menunggu giliran untuk bisa mengoperasikannya di daerah masing-masing. (kiki/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.