Siang Bolong, Kantor Pos Digarong

Korban Diikat dan Diinjak
TANGERANG, SNOL Pelaku kriminalitas makin nekad saja. Mereka kini sepertinya sudah tidak pilih-pilih waktu lagi untuk beraksi. Bahkan, siang bolong pun tak menciutkan nyali mereka mencari korban. Seperti yang terjadi di Kantor Pos Anak Cabang Tangerang. Empat pelaku menyatroni kantor pos yang beralamat di Jalan HR Rasuna Said No.17 Pakojan, Kecamatan Pinang di saat aktifitas masyarakat masih ramai.
Berbekal pistol, pelaku berhasil melumpuhkan karyawan kantor pos yang saat itu tengah bersiap-siap pulang. Berpura-pura akan mengirim surat, pelaku ‘sukses’ memaksa seorang karyawan bernama Ridwan menyerahkan uang transaksi senilai Rp 67 juta. “Kejadiannya Selasa (26/11) siang sekitar pukul 15.30 WIB,” kata Heri Setiawan (23), saksi mata yang melihat korban pertama kali kepada wartawan, Rabu (27/11).
Menurut Heri yang sehari-hari menjaga toko aneka perkakas persis di lokasi sebelah kantor pos, berdasarkan penuturan korban, saat itu kantor pos memang sudah tutup. “Tapi memang rolling doornya sedikit terbuka. Korban sendiri sedang menunggu mobil jemputan untuk mengantarkan uang sambil tidur-tiduran. Tiba-tiba empat orang datang bilang mau ngirim surat, pas bilang dibilang sudah tutup, korban langsung ditodong pistol,” jelasnya.
Ditambahkan Heri, korban diminta menunjukkan brankas kantor, namun lantaran kunci brankas tidak dipegang korban, akhirnya korban diikat pada kaki dan tangannya. Sementara mulut korban juga dilakban. “Korban juga sempat dinjak-injak dan diancam dibunuh jika melawan, uang transaksi dalam karung sama surat-surat transaksi hari itu yang masih dalam karung juga diambil pelaku,” jelasnya. Setelah berhasil menguras harta benda milik kantor pos, pelaku melarikan diri tanpa diketahui siapapun.
Korban yang masih dalam kondisi terikat dengan segala upaya keluar mencari pertolongan. “Sampai di luar, korban teriak-teriak minta tolong, katanya habis kerampokan. Saya pas liat tidak berani nolong sendirian, akhirnya saya cari bantuan buat nolong dia,” terangnya.
Meski persis bersebelahan, Heri mengaku sesaat sebelum kejadian sama sekali tidak mendengar sesuatu yang mencurigakan dari tetangganya tersebut. “Saya emang waktu itu lagi ngelayani pembeli. Tapi memang pelaku kayaknya naruh kendaraannya di seberang jalan, jadi enggak keliatan. Mungkin kalau di sini, kita bisa tahu,” terangnya. Dia menambahkan, jam operasional kantor pos memang telah berakhir pada pukul 14.00 WIB, selain itu pada jam-jam tersebut, jalanan di wilayah Cipete cenderung sepi. “Di kantor ini karyawannya sebetulnya dua. Satu ibu-ibu, tapi emang kalau dia, pulangnya selalu lebih awal,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Tangerang Kota AKBP Sutarmo membenarkan terjadinya peristiwa perampokan tersebut. Namun dia masih enggan memberi penjelasan lebih lanjut. “Sampai saat ini, kami masih mendalami kasusnya dulu dan belum mengarah keterkaitan dengan aksi-aksi lain yang juga sama-sama menggunakan senjata api,” pungkasnya. Sementara, sampai kemarin di lokasi kejadian, masih terpasang garis polisi. Adapun aktifitas kegiatan tampaknya sengaja ditiadakan. (kiki/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.