Job Fair TKI Tidak Diminati

TANGERANG, SNOL Menjadi tenaga kerja di luar negeri barangkali memang menjadi impian sebagian orang. Namun, citra TKI yang identik sebagai pembantu rumah tangga membuat sebagian warga Kota Tangerang enggan mengadu nasib di perantauan. Hal ini dibuktikan dari sedikitnya jumlah TKI asal Tangerang yang mau melakoni pekerjaan di negeri orang.
Berdasarkan data tahunan yang dimiliki Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) setempat, tercatat hanya sekitar lima orang warga ber-KTP Tangerang yang mengadu nasib di negeri orang. Maka tak heran, jika stand penyaringan tenaga kerja formal Indonesia yang dibuat Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) di Tangcity Mal sepi pengunjung.
Kenyataan tersebut juga diakui secara gamblang oleh Kadisnaker Kota Tangerang Abduh Surahman. Abduh mengatakan, jika menjadi TKI bukanlah budaya masyarakat Kota Tangerang. “Orang Tangerang itu budayanya makan gak makan asal kumpul. Makanya sangat jarang sekali warga asli Kota Tangerang yang menjadi tenaga kerja di luar negeri. Mereka lebih memilih mengembangkan potensi dan keahliannya di kota sendiri,” terangnya dalam sambutan pembukaan acara Job Fair BNP2TKI, Kamis (28/11).
Abduh juga menegaskan, jumlah penyalur jasa tenaga kerja yang ada di Kota Tangerang juga terus menurun. Terhitung sejak tahun 2013 hanya ada sekitar 11 PJTKI yang masih beroperasi. “Jumlah tersebut cenderung menurun. Pada tahun 2012 ada 13 PJTKI, dan sekarang sisanya tinggal 11. Sudah banyak yang tutup,” terangnya.
Oleh karena itu, Abduh menyarankan agar BNP2TKI bisa membuat formula yang lebih baik untuk bisa mengubah mindset warga Tangerang supaya mau mendedikasikan dirinya untuk menjadi tenaga kerja terbaik di luar negeri.
“Ini tantangan untuk BNP2TKI. Harus ada sesuatu yang luar biasa untuk mencuri perhatian warga Kota Tangerang agar mau menjadi tenaga kerja formal Indonesia,” imbaunya. Sementara Sekretaris Utama BNP2TKI Edy Sudibya tetap optimis, jika job fair yang diadakan sejak tanggal 28-30 November ini dapat menyerap 4491 lowongan pekerjaan di luar negeri sebagai tenaga profesional.
“Kami optimis bisa terserap 100 persen. Karena itu sudah disesuaikan dengan database yang kami miliki untuk potensi masyarakat Kota Tangerang sendiri,” tuturnya optimis.
Menurutnya, job fair ini bertujuan memberikan kemudahan kepada masyarakat yang mencari kerja dengan menghubungkannya langsung kepada penyalur tenaga kerja di luar negeri. “Pencari kerja ini akan disalurkan ke berbagai negara seperti Thailand, Singapura, Arab Saudi, Kanada, Selandia Baru, Australia dan Rusia. Seluruh negara terbuka dengan catatan TKI yang profesional,” kata Edy.
Pihaknya sendiri memilih membuka job fair di Tangerang karena berharap TKI yang profesional berbasis pendidikan yang cukup. “Kita tidak lagi ke basis kantong-kantong TKI seperti di Serang, tapi berharap yang profesional. Di Tangerang ini merupakan job fair pertama yang dibuka BNP2TKI. Tahun depan, job fair akan diintensifkan di 20 titik di seluruh Indonesia,” katanya.
Untuk bidang yang disediakan meliputi tenaga kerja ahli seperti teknik informatika, industri manufaktur, minyak dan gas, pertanian, ABK perikanan, kapal pesiar dan perhotelan. Kualifikasi pendidikan mulai SMK hingga sarjana. (kiki/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.