KPU Lebak Tuai Kecaman

Penyerahan Hasil PSU Molor Enam Hari
RANGKASBITUNG,SNOL Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lebak menunda penyerahan hasil pemungutan suara ulang (PSU) kepada Mahkamah Konstitusi. KPU akan menyerahkankan hasil PSU yang memenangkan pasangan Iti Jayabaya-Ade Sumardi kepada MK, Senin (2/12) mendatang. Seharusnya berkas itu diserahkan Selasa (26/11) lalu.
Langkah KPU Lebak itu menimbulkan polemik. Sonhaji, akademisi dari Sekolah Tinggi Agama Islam Wasilatul Falah (Staiwasfal) Rangkasbitung mengatakan, molornya penyerahan hasil PSU membuat masyarakat Lebak khawatir terjadi penyimpangan.
“Sudah barang tentu mereka juga akan berburuk sangka ke penyelenggara Pemilu. Kami berbicara seperti tidak dilatarbelakangi motif politik tertentu, hanya kamu menyayangkan saja,” ujar Sonhaji. Oleh karena itu, KPU Lebak harus menjelaskan secara detail alasan penangguhan penyerahan hasil PSU yang hampir satu minggu tersebut, mengingat ini merupakan yang pertama kalinya terjadi.
“KPU jangan membuat tindakan yang ceroboh,” kecam Solehudin, salah satu dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Latansa Mashiro Rangkasbitung. Menanggapi permasalahan tersebut, Sekretaris KPU Lebak Maman Budiman mengaku, mundurnya penyerahan hasil PSU ke MK berdasarkan hasil kesepakatan perubahan jadwal yang dilakukan oleh lima komisioner KPU Lebak pada tanggal 23 November lalu. “Kami awalnya akan menyerahkan hasil PSU tanggal 26 November lalu, namun karena ada sesuatu yang belum selesai, jadi diundur, lantaran kami belum siap,” paparnya.
Mundurnya penyerahan laporan hasil PSU ke MK tersebut tak akan mempengaruhi hasil dan keputusan yang telah dibuat KPU sebelumnya. “Kami memang menyusun laporan harus teliti mungkin sehingga laporan sesuai dengan peraturan perundang -undangan,” ujar Maman.
Sementara itu, pasangan Amir Hamzah – Kasmin (HAK) kembali melayangkan gugatan ke MK enam hari yang lalu. HAK menemukan bukti PSU diwarnai dengan kecurangan yang bersifat terstruktur sistematis dan massif yang dilakukan oleh pejabat untuk kemenangan pasangan calon tertentu. “Meski MK harus menunggu penyerahan hasil PSU dari KPU Lebak, kami yakin gugatan kami akan dikabulkan,” ujar anggota pemenangan pasangan HAK, Iman Sampurna.
Seperti diketahui, dalam rapat pleno rekapitulasi hasil suara PSU yang dilakukan KPU Lebak pada Jumat (22/11) lalu, pasangan IDE memperoleh suara sebanyak 398.169 suara (66,14 persen). Disusul pasangan Amir Hamzah–Kasmin (HAK) yang diusung Partai Golkar dengan perolehan suara sebanyak 168.582 suara (28,74 persen) dan di posisi buncit ditempati pasangan dari jalur independen yakni Pepep Faisaludin–Aang Rasidi (Panglima) dengan memperoleh suara sebanyak 19.763 suara (3,37 persen). Sementara partisipasi pemilih mencapai 66,14 persen. Suara IDE menang di 26 kecamatan, sementara HAK hanya di dua kecamatan yakni Leuwidamar dan Kalanganyar. (ahmadi/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.