Normalisasi Sungai Tahang Dijaga Ketat

Antisipasi Aksi Diboikot
KOSAMBI,SNOL Puluhan personol Satpol PP Kabupaten Tangerang menjaga ketat proses normalisasi Sungai Tahang di Kecamatan Kosambi, Senin (30/12). Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya bentrokan dengan beberapa masyarakat.
“Setelah penertiban ratusan Bangli, kemudian kami melakukan penjagaan normalisasi Sungai Tahang, kami juga dibantu oleh sejumlah anggota polisi dari polsek setempat dalam pelaksanaan proses normalisasinya. ”ujar Kepala Satpol PP Kabupaten Tangerang, Slamet Budhi.
Menurut Slamet, sebelumnya Satpol PP sempat mendapat perlawanan dari penghuni Bangli, serta beredar informasi sejumlah massa dari Desa Salembaran Jati akan melakukan perlawanan. “Untuk menghindari aksi unjukrasa atau hal lainnya, sehingga mengganggu aktifitas normalisasi sungai ya kami amankan. Memang ada informasi penolakan warga, ya itu wajar. Tapi kami tetap tegas dalam rangka penegakan Peraturan Daerah (Perda),”terang Slamet.
Slamet menjelaskan, normalisasi sungai selama dua pekan kedepan itu melintasi tiga wilayah di Kecamatan Kosambi. Diantaranya Kelurahan Salembaran Jaya, Desa Salembaran Jati dan Kelurahan Kosambi Barat. “Karena panjangnya sungai yang perlu di normalisasi sehingga aktifitanya memakan waktu lama. Kami pun sempat kesulitan saat melakukan pembersihan puing-puing hasil pembongkaran Bangli, jadi sebagian ada yang kami bakar di bagian ujung lokasi,”tandasnya.
Ditanya soal kedalaman normalisasi Sungai Tahang, Slamet mengaku tidak tahu persis. Namun melihat fisik sungai lebar sungai lebihd ari 8 meter dengan kondisi terlihat adanya pendangkalan. “Kami berharap proses ini berjalan lancar, untuk itu diterjunkan dua alat berat untuk melakukan pengerukan di lokasi. Setelah kegiatan ini selesai, baru kami bergerak ke wilayah lainnya,”ucapnya.
Sementara itu, Camat Kosambi, Misbahudin mengatakan, saat ini seluruh Bangli sudah dibongkar dan dibakar. Menurutnya keberadaan bangunan liar tersebut menghambat arus air dan terjadi penumpukkan sampah. “Bahkan di tanah di sungai sudah mengeras dan tumbuh rumput, sehingga perlu dilakukan pengerukan dengan alat berat seperti beko. Untuk kedalaman pengeruka diperkirakan 6 meter,”katanya.
Dengan adanya normalisasi sungai ini kata Misbahudin, dari Muara sampai Kelurahan Kosambi Barat tidak ada terkena banjir, terkecuali rob. Saat ini proses normalisasi baru berjalan sekitar 100 meter dan diharapkan bisa selesai secepatnya. “Saya mengakui memang ada sejumlah pihak yang menolak Bangli dibongkar, tapi antara warga yang pro dan kontra masih banyak yang pro agar Bangli itu dibongkar,”imbuhnya.
Sebelumnya, petugas Satpol PP Kabupaten Tangerang disiram menggunakan air bercampur ubur-ubur saat melakukan penertiban 193 Bangunan Liar (Bangli) di tepi sungai tahang, Kecamatan Kosambi, Kamis (26/12). Benda cair tersebut membuat petugas penegak Peraturan Daerah (Perda) tersebut menderita gatal-gatal.
Pembongkaran Bangli berlangsung alot sejak pagi hari, dimulai dengan aksi pembakaran ban di jalan menuju kawasan Bangli Sungai Tahang yang juga dikenal sebagai ladang prostitusi. Namun, persiapan lengkap petugas yakni 450 personil Satpol PP, Polisi dan TNI dibantu Pemadam Kebakaran, Langsung memadamkan. (aditya/hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.