Vihara Ekayana Target Teroris Ciputat

JAKARTA,SNOL — Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan Polda Metro Jaya menemukan sejumlah bahan kimia di rumah kontrakan teroris di Jalan KH Dewantoro, Gang H Hasan, RT 002 RW 07, Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat, Tangsel, Banten.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar mengatakan sejumlah bahan kimia yang diduga untuk membuat bom berhasil diamankan. Kini barang bukti itu sudah di tangan Tim Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri. “Sejumlah bahan kimia antara lain, urea, florat, black powder, dan alat solder berikut rangkaian elektronik. Itu sudah diamankan oleh Tim Puslabfor,” kata Boy di lokasi, Rabu (1/1).

Menurut Boy, dari pengamatan secara kasat mata, bahan yang ditemukan itu memiliki spesifikasi teknis yang menyerupai penemuan di Kota Tangerang beberapa waktu lalu. “Cashing-nya, bentuk rangkaiannya, itu sama atau istilah forensiknya bom signature, ada kemiripan,” bebernya.

Dijelakan Boy, polisi  juga ditemukan enam bom di TKP. Menurutnya, tiga bom berbentuk pipa besi dan tiga lainnya berbentuk pipa paralon. “Itu dalam keadaan sudah dirangkai dan bisa digunakan. Ada juga dokumen membuat teknik merangkai bom dari catatan tangan. Sudah kita sita,” jelasnya.

Boy juga mengatakan dari lokasi ditemukan target vihara-vihara yang di seluruh ibu kota. “Ada sekitar lebih dari 20-30 lokasi,” katanya.

Dokumen itu, lanjut dia, dalam bentuk print out komputer. Bahkan, sambung dia, target itu antara lain di Vihara Ekayana, Jakarta Barat yang sudah dieksekusi. “Di situ adalah vihara yang kita duga akan menjadi target mereka,” kata Boy.

Ia menambahkan polisi juga menyita lima golok dengan panjang sekitar 50 centimeter. Bahkan, kata Boy, sarung pistol yang lazim dipasang di pinggang juga sita. “Kemudian ada peluru sembilan mm, kurang lebih ada 34 butir. Sedangkan kaliber 38 menandakan satu dari enam senjata tadi itu adalah revolver. Jadi yang disita ada lima jenis pistol rakitan, satu adalah revolver,” katanya.

Pihaknya akan menyelidiki asal muasal senjata jenis revolver. “Peluru tidak banyak ada dua. Ya tentu kalau revolver ini sitaan petugas, dalam silinder itu ada enam butir,” ungkapnya.

Tak hanya sampai disitu, polisi juga menyita sejumlah buku.  Boy memperlihatkan salah satu buku berjudul “Isu PolitikGgerakan Jihad”m

“Banyak bukunya, ini saya bawa hanya sebagian. Kurang lebih ada sekitar 50 buku. Panduan itu (jihad) ada juga dalam bentuk tulisan tangan,” kata Boy seraya memperlihatkan buku-buku itu.

Tim Puslabfor, kata Boy, tengah meneliti satu persatu barang bukti yang disita termasuk properti milik pribadi, tas pinggang, uang. “Diduga hasil fai yang sudah dilakukan,” katanya. (boy/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.