Pria Makin Gendut Spermanya Sedikit

SNOL. Para pria, jangan bermalas-malasan untuk berolahraga. Sebuah studi terbaru menemukan bahwa kelebihan berat badan bisa mengurangi jumlah dan merusak kualitas sperma.
Studi yang dilakukan oleh Stanford University School of Medicine di California, AS, ini menegaskan bahwa kondisi tersebut juga akan turut mempengaruhi kesuburan pria dan kemungkinan kesulitan untuk memiliki keturunan.
“Semakin berat bobot pria, maka semakin tinggi kemungkinannya untuk memiliki air mani dan sperma sedikit,” kata salah seorang urolog, Dr. Keith Jarvi, seperti diilansir laman News Max Health, Rabu (1/2).
Dr. Michael Eisenberg dan rekan-rekannya dari Stanford University School of Medicine melakukan penelitian terhadap 468 pasangan di Texas dan Michigan.
Seluruh responden ini memiliki rencana untuk hamil dan bersedia menguji beberapa aspek terkait kualitas sperma pada responden pria. Para responden pria ini sebelumnya ditimbang dan diukur lingkar pinggangnya.
Para peneliti menemukan bahwa mereka yang lingkar pinggangnya lebih besar dan memiliki indeks massa tubuh (IMT) tinggi, memiliki volume sperma yang lebih sedikit. Tak hanya itu, jumlah sperma lebih rendah juga ditemukan pada pria yang lingkar pinggangnya lebih besar.
“Jumlah sperma adalah jumlah sperma dalam setiap cc air mani,” kata Dr. Jarvi, yang juga merupakan direktur Murray Koffler Urologic Wellness Centre dan Kepala Urologi di Mount Sinai Hospital di Toronto, Kanada.
Volume air mani yang lebih tinggi (sekitar 2 hingga 5 ml), secara keseluruhan akan memiliki sperma yang juga lebih banyak. Sementara itu, volume di bawah 1,5 ml dapat menyebabkan infertilitas.
Dalam studi tersebut, pria dengan IMT normal memiliki volume air mani rata-rata 3,3 ml. Sementara pria dengan IMT tinggi memiliki rata-rata volume air mani 2,8 ml. Pria dengan lingkar pinggang terbesar, yaitu lebih dari 100 cm, memiliki jumlah sperma 22 persen lebih rendah dibandingkan dengan pria yang ukuran lingkar pinggangnya di bawah 90 cm.
Hasil studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Human Reproduction. (fny/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.