Pengguna BPJS Masih Kebingungan

SERANG, SNOL Diberlakukannya Program Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) per 1 Januari 2014 hingga saat ini masih membuat bingung warga. Hal itu terutama menyangkut mekanisme penggunaannya. Hal itu disebabkan minimnya sosialisasi program tesebut kepada masyarakat.
Zulkarnaen Warga Komplek Korem Cilaku, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang mengaku kebingungan ingin mendapatkan manfaat layanan BPJS untuk pendaftarannya. Ia juga kebingungan dengan adanya peraturan 155 diagnosa yang tidak bisa diterima langsung oleh rumah sakit sebelum mendapatkan rujukan dari Puskesmas. Padahal belum semua puskesmas mampu melaksanakan diagnosa.
“Kebetulan saya adalah pengguna Askes yang sudah berlalih ke BPJS. Tapi, saat berobat ke rumah sakit untuk penyakit vertigo tidak diterima di sini. Katanya saya harus mendapatkan rujukan terlebih dahulu dari Puskesmas,” katanya kepada Satelit News di Serang, Kamis (2/1).
Menurut Zulkarnain, pemerintah harus kembali melakukan evaluasi mengenai pelayanan BPJS tersebut. Karenanya sampai saat ini masyarakat belum memahami benar tentang apa itu BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan, termasuk persiapan pemerintah dalam mempersiapkan BPJS.
“Jangan sampai masyarakat dibuat bingung, ini persoalan kesehatan. Kami bukan tidak mau mengeluarkan biaya untuk kesehatan, tapi ini adalah hak kami sebagai pengguna Askes,”katanya.
Sementara, pelayan Askes dari RSUD Kabupaten Serang, Sulaiman membenarkan jika para pasien layanan BPJS tersebut harus melalui rujukan dari puskesmas terlebih dahulu. Dari situ, kemudian mereka akan mendapat perawatan intensif sesuai dengan rujukan tersebut. “Jadi untuk mendapatkan layanan itu harus ada rujukan terlebih dahulu dari puskesmas. Saat ini, kami baru menerima 1 pasien selebihnya pengguna Askes dan Jamsostek,” katanya. (arif/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.