Kenaikan Gas Elpiji Rentan Konflik

TIGARAKSA,SNOL— Masyarakat dan pedagang mulai resah dengan ketersediaan gas elpiji 3 Kg di pasaran. Menyusul kenaikan gas elpiji 12 Kg sejak awal Januari lalu. Bahkan Bupati Tangerang menilai kenaikan mendadak ini rentan terjadi konflik di wilayahnya mengingat jumlah penduduk yang sangat banyak.

Imbas kenaikan ini dikhawatirkan akan terjadi peralihan pengguna gas elpiji 12 Kg ke ukuran 3 Kg. Keresahan inipun langsung direspon Pemerintah Kabupaten Tangerang oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dengan melakukan pengecekan.
Pedagang Soto di Tigaraksa, Dimas, mengaku resah dengan adanya kenaikan harga gas elpiji 12 Kg, karena bisa berdampak pada ketersediaan gas elpiji 3 Kg. “Banyak pedagang dan masyarakat yang beralih ke gas 3 Kg. Saya khawatir gas 3 Kg menghilang dari peredaran atau stok habis. Kalau sudah hilang, pedagang kecil seperti kami yang dirugikan,” keluhnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Perindustrian Dalam Negeri Disperindag Kabupaten Tangerang, Dede Hadijah, mengaku baru melakukan pengawasan ketersediaan gas elpiji 3 Kg dan 12 Kg. “Maaf mas hari ini baru dilakukan pengawasan ketersediaan di sejumlah agen, pengecer dan lainnya. Kami sudah membentuk tim,” tukasnya.
Menanggapi hal ini, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, pihaknya telah memerintahkan Disperindag untuk memantau ketersediaan gas elpiji 3 Kg di pasaran sehingga tidak sampai hilang di pasaran. Terkait adanya kenaikan gas elpiji 12 Kg oleh pihak Pertamina sejak bulan Januari 2014 sebesar 70 persen,
Pemerintah Kabupaten Tangerang berusaha meredam terjadinya konflik dimasyarakat. Jika terjadi kelangkaan ketersidaan gas elpiji 3 Kg ketika dibutuhkan oleh masyarakat. Pihaknya juga menyayangkan kenaikan ini. Sebab saat pemerintah melakukan konversi minyak tanah ke gas kondisinya belum stabil, namun sudah terjadi kenaikan harga yang memberatkan masyarakat.
“Kenaikan secara mendadak ini berpotensi menimbulkan konflik melihat jumlah penduduk 3 juta lebih. Untuk itu kami berupaya meredamnya dengan mengecek ketersediaannya,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Tangerang akan melakukan koordinasi dengan pihak berwajib, apabila dalam hasil pengawasan Disperindag dilapangan ditemukan adanya aksi penimbunan gas elpiji. “Pelaku yang melakukan penimbunan dan pengoplosan gas 3 Kg ke 12 Kg yang dinilai sangat merugikan masyarakat Kabupaten Tangerang, jika ditemukan akan kami laporkan ke polisi,” pungkasnya. (aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.