Banyak Warga Jakarta ‘Tolak’ Jokowi Nyapres

JAKARTA,SNOL Gonjang-ganjing pengusungan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai calon presiden, tampaknya, mendapat “penolakan” dari warga Jakarta. Berdasar survei yang dilakukan Media Survei Nasional (Median) terhadap warga Jakarta, mayoritas responden menolak Jokowi maju sebagai capres. Pertimbangannya, masih banyak bidang kerja yang  belum diselesaikan mantan wali kota Solo itu.
Direktur Eksekutif Median Rico Marbun menyatakan, dari hasil survei Median pada 26 Desember 2013″4 Januari 2014, sebanyak 57,35 persen responden menyatakan tidak setuju jika Jokowi maju sebagai capres pada pemilu presiden 2014. Hanya 30,37 persen responden, yang menyatakan setuju jika nanti Jokowi ditunjuk oleh Ketua Umum Megawati untuk maju sebagai capres.
“Penolakan berdasarkan survei Median lebih  berdasarkan kinerja. Bahwa masih banyak bidang kerja yang belum diselesaikan Jokowi selama satu tahun tiga bulan bertugas,” ujar Rico dalam keterangannya di Restoran Bumbu Desa, Jakarta, Jumat (10/4). Sebanyak 750 responden dari seluruh wilayah DKI Jakarta (minus Kepulauan Seribu) diwawancarai secara acak mengenai persepsi atas kinerja dan rencana pencapresan Jokowi itu.
Menurut Rico, saat ditanya alasan penolakan Jokowi maju sebagai capres, 20,6 persen responden menilai Jokowi harus menyelesaikan dahulu masalah Jakarta. Selain itu, 17,5 persen menilai Jokowi harus menuntaskan masa jabatannya dulu sebelum berpikir maju pilpres. “Masalah macet juga menjadi problem Jokowi, dimana 15 persen responden menilai problem klasik itu belum terselesaikan,” kata Rico.
Saat ditanya soal kinerja Jokowi di 14 bidang kerja, responden hanya menyatakan kepuasan di enam bidang kerja. Di bidang layanan kesehatan, pendidikan, penertiban pedagang kaki lima, menjaga kebersihan, peningkatan kualitas layanan birokrasi, dan penataan taman, Jokowi mendapat penilaian tinggi. “Publik paling puas di bidang layanan kesehatan yang digagas Jokowi, yakni 84,2 persen,” ujar Rico.
Namun, publik menyatakan belum puas dengan delapan bidang kerja lain. Jokowi, kata Rico, masih memiliki PR besar di penanganan kemacetan, pengurangan pengangguran dan  kemiskinan, penanganan banjir, pengendalian kriminalitas, penataan angkutan umum, perumahan murah dan berkualitas, serta pengendalian narkoba.
“Publik paling tidak puas terhadap Jokowi di penanganan kemacetan,” ujar Rico menegaskan.
Jika ditelusuri dari latar belakang pendidikan, mayoritas responden yang menyatakan setuju Jokowi maju sebagai capres adalah mereka yang tidak tamat/tamat SD. Mayoritas responden yang tidak setuju adalah tamatan SMA dan perguruan tinggi.
“Dari sisi partai, responden yang menyatakan setuju adalah yang memilih PDIP, sementara yang menolak paling banyak dari Partai Gerindra,” jelas Rico. (jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.