Honorer Banten Rancang Demo Besar-besaran

CILEGON,SNOL Keresahan tengah dirasakan para tenaga honorer di Banten jelang pengumuman hasil tes K2 oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (PAN). Mereka mengkritisi kebijakan Badan Kepegawaian Negara (BKD) dalam proses verifikasi dan validasi data Tenaga Honorer Kategori 1 dan 2 karena tidak seluruhnya berpedoman kepada peraturan yang sah.
Fakta tersebut terungkap saat ratusan guru honorer melakukan rapat akbar tenaga se-Banten yang dilaksanakan Forum Komunikasi Guru dan Tata Usaha Honorer Kota Cilegon (FKGTH) di Aula Setda Cilegon, Minggu (12/1). Ketua FKGTH Cilegon, Martin Al Khosim mengatakan, bahwa FKGTH melalui Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) berpendapat proses verifikasi dan validasi data Tenaga Honorer Kategori 1 dan 2 perlu ditinjau kembali. Selain itu, FKGTH se-Indonesia dan FPHI akan menindaklanjuti aspirasi honorer se-Indonesia seusai amanat hasil Rapat Pimpinan Nasional I FPHI pada 23 November 2013 di Jakarta. Caranya dengan melakukan aksi damai pasca pengumuman CPNS, awal bulan Februari mendatang.
“Tuntutan kami yang pertama agar seluruh honorer non kategori ditingkatkan statusnya menjadi PNS karena sudah mengabdi. Melakukan gugatan PP Nomer 48 Tahun 2005 jo PP Nomor 43 Tahun 2007 dan PP Nomor 56 Tahun 2012 ke Mahkamah Agung. Melakukan gugatan ke pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) untuk melakukan pendataan tenaga kerja honorer ulang dengan mempertimbangkan masa kerja dana usia kritis. Dan melaporkan kepada Ombudsman RI, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang kecurangan pendataan Tenaga Honorer Kategori 1 dan 2 dengan melampirkan bukti-bukti di setiap daerah,” kata Martin.
Lebih jauh, Martin menjelaskan, sebagai langkah terakhir dalam upaya memperjuangkan nasib honorer, maka FKGTH akan memobilisasi tenaga honorer di seluruh tanah air untuk melakukan demonstrasi ke Jakarta dan di berbagai kota lainnya di Indonesia. Dengan tuntutan diantaranya adalah mendesak pemerintah membatalkan hasil tenaga kerja honorer kategori 2 karena terdapat banyak kecurangan sehingga cacat hukum.
Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Guru Honorer Sosial (FKGHS) Banten, Aliyudin mengungkapkan harapannya, bahwa sudah selayaknya pemerintah memperhatikan dan mengakomodir suara rakyat dari para guru honorer.
“Dalam rangka aksi damai mendatang, dari Banten termasuk Cilegon akan ikut berpartisipasi ke Jakarta sebanyak kurang lebih 4 ribu massa. Sementara teman-teman daerah lain tak kurang dari jumlah tersebut. Jadi Kota Jakarta awal pekan di bulan Februari akan dipenuhi guru honorer,” ujarnya. Namun demikian, rencana tersebut belum bisa dipastikan kapan tanggalnya. Hal itu menurutnya karena menunggu diumumkannya CPNS K1 dan K2 pada akhir bulan Februari ini. (mg-13/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.