Polisi Dituding Rekayasa BAP

Sidang Kasus Bentrokan dan Pembunuhan di Karaoke Mr Locus
TANGERANG,SNOL  Puluhan polisi menjaga ketat jalannya sidang kasus pembunuhan Yogi Yusandra (22) dan Okta (22), dengan terdakwa Aldo Wiliam (22), di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (16/1). Dua korban dibunuh saat terjadi bentrokan di sebuah tempat karaoke Locus di kawasan Citra Raya Kecamatan Cikupa, 14 Mei 2013 lalu.
Dalam sidang dengan agenda pembelaan terdakwa itu, aparat polisi ini diturunkan dari Mapolres Metro dan Kota Tangerang. Puluhan pemuda rekan-rekan terdakwa yang hadir tampak keluar masuk. Sesekali mereka membuat kegaduhan diluar persidangan.
Sebelumnya, Aldo dituntut 12 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU). Ia diduga membunuh Yogi Yusandra dan Okta. Pasal yang disangkakan JPU kepada terdakwa adalah Pasal 340 KUHP, 338 KUHP, 351 ayat 3 KUHP, 170 ayat 3 KUHP, 160 KUHP, dan 55 ayat 1 ke 1 KUHP, yaitu bersama-sama melakukan tindak pidana pembunuhan berencana, pembunuhan, penganiayaan berat, pengeroyokan dan penghasutan yang mengakibatkan meninggalnya Yogi dan Okta
Kuasa hukum Aldo, Sitompul SH mengatakan berdasarkan saksi-saksi di persidangan yang sebelumnya terungkap, kliennya itu tidak bersalah dan tidak terlibat dalam pembunuhan seperti yang disangkakan oleh Jaksa Penuntut Umum. Selain itu, BAP (Berkas Acara Pemeriksaan) yang dibuat oleh pihak kepolisian hanya rekayasa dan tidak sesuai fakta yang ada. “Klien kami tidak bersalah. Maka dari itu kami meminta untuk dibebaskan dari jeratan hukum demi keadilan,”tuturnya.
Dalam BAP tersebut kliennya juga mendapat intimidasi dari pihak kepolisian dan disuruh mengakui perbuatannya. Sehingga kliennya menandatangani BAP tersebut. “Klien saya sempat dipukul dadanya dan dipaksa mengakui pembunuhan tersebut. Kami minta majelis hakim bisa bijaksana dalam menangani hal ini,” tambahnya.
Sedangkan tersangka lainnya, Chandra, Andre, Denianus, Eky S dan Rico akan dibacakan nota pembelaannya pada Selasa (21/1) dan akan diagendakan tanggapan jaksa penuntut umum pada (24/1) mendatang.
Sekedar diketahui, bentrokan berdarah antar kelompok pemuda memecah ketenangan kawasan Citra Raya, Cikupa, Kabupaten Tangerang. Seorang pemuda asal Kupang, NTT dan 2 asal Palembang, Sumsel tewas, Selasa (14/5-2013).
Peristiwa terjadi setelah cekcok antara kelompok penjaga keamanan tempat karaoke Mr Locus di ruko Citra Raya Blok K Desa Cikupa Kecamatan Cikupa dengan kumpulan pemuda yang disebut polisi sebagai kelompok lokal.
Awalnya, sepuluh pemuda anggota kelompok lokal datang ke Mr Locus untuk mencari hiburan sekitar pukul 21.00 WIB. Oleh pihak Locus, mereka diberikan free room atau ruangan karaoke besar secara cuma-cuma. Kemudian sekitar pukul 22.30 WIB, rombongan tersebut minta 10 botol bir gratis.
Tetapi permintaannya ditolak dengan alasan sudah mendapatkan free room. Kelompok ini cekcok dengan tuan rumah. Hingga pada pukul 23.10 WIB, rombongan tersebut membubarkan diri.
Karena tersinggung, kelompok lokal datang kembali ke Mr Locus dengan membawa anggota lebih banyak yakni sekitar 20 orang. Mereka membawa parang dan bambu lalu menyerang kelompok pemuda yang menjaga keamanan Mr Locus. Obet Misa (25), security Mr. Locus, gagal menyelamatkan diri. Dia terkena sabetan senjata tajam sehingga mengalami luka di lengan kanan dan kiri, punggung serta kepala. Obet diketahui warga asal Kupang, NTT namun tinggal di Desa Sukanegara RT 02/01 Ke-camatan Cikupa. Pasca bentrokan, polisi menemukan dua pemuda asal Palembang tewas di kawasan Citra Raya. Mereka yakni Yogi Yusandra (23), karyawan PT Torabika yang tinggal di Desa Talagasari Rt 06/03 Kecamatan Cikupa. Korban mengalami luka sabetan senjata tajam di bahu, kaki dan kepala setelah dianiaya di depan KFC di kawasan Citra Raya, Kecamatan Cikupa.
Korban lainnya bernama Okta (22) seorang karyawan warga Kampung Telaga Asem Kecamatan Balaraja yang juga ditemukan tewas di belakang rumah makan Bandung. (mg-17/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.