Pungli, 2 Pejabat Wanita Ditangkap

Tertangkap Tangan di BRI Pandeglang
SERANG, SNOL Dua orang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Dinas Pendidikan (Dindik) Pande­lang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan personil Polda Banten, Rabu (15/1). Mereka dicokok di gedung Bank Rakyat Idonesia (BRI) unit Pandeglang karena diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap sejumlah yayasan penerima bantuan dana dari pemerintah.
Informasi yang dihimpun, dua pelaku yang tertangkap tangan berna­ma EM, seorang PNS yang merupak­an Koordinator Kecamatan (Korcam) Pendidikan Anak Usia Didi (PAUD) Kecamatan Kaduhejo dan ST yang menjabat Kasie PAUD Dindik Pan­deglang. Keduanya diduga melakukan pungutan liar dengan memotong ang­garan bantuan Alat Peraga Edukatif dan Bantuan Operasional Pendidikan TA 2013 dari Kemendikbud RI.
Penangkapan bermula saat seorang pengurus Yayasan PAUD Nurul Husna, pada Rabu (15/1) sekitar pukul 13.30 WIB, diberitahu oleh tersangka EM jika angga­ran dari Kemendikbud RI sudah cair. Selang 30 menit kemudian, pengurus yayasan tersebut lang­sung mengambil uang bantuan di Bank BRI Unit Pandeglang.
Usai mengambil uang, EM langsung menemui pengurus yayasan tersebut dan mem­inta 60 persen dari total ban­tuan. Nah, sebelum beranjak dari gedung BRI, sekitar pu­kul 14.30 WIB, EM langsung ditangkap dengan barang bukti berupa tas berisi uang yang diduga hasil pungli. Karena mengaku melakukan pungli atas perintah ST, EM pun diminta menunjukkan ke­diaman Kasie PAUD Dindik Pandeglang itu. ST ditangkap di rumahnya, dan kemudian kedua tersangka digiring ke Mapolda Banten.
Meski diketahui menyita tas milik EM yang diduga berisi uang hasil pungli, hingga ber­ita ini diturunkan, belum ada informasi resmi soal jumlah uang yang disita polisi dari kedua oknum PNS itu.
Wadiretkrimsus Polda Banten, AKBP Wawan Rid­wan membenarkan operasi tangkap tangan itu. Namun pihaknya belum mau men­gumbar keterangan seputar kasus yang membelit kedua oknum PNS itu. “Yang pasti keduanya sudah menjadi ter­sangka dan sudah kita tahan. Kami juga masih menyelidiki lebih jauh keterlibatan pelaku lainnya,” singkatnya.
Terpisah, Kepala Dindik Kabupaten Pandeglang, Da­dan Tafif Danial membantah adanya operasi tangkap tan­gan yang melibatkan anak buahnya. Menurutnya, yang menimpa EM dan ST bukan operasi tangkap tangan, me­lainkan keduanya hanya di­mintai keterangan oleh Polda Banten.
“Bukan tangkap tangan, hanya dimintai keterangan polisi. Inisial ST, dia pegawai perempuan dengan golongan III C,” singkat Dadan Tafif Danial didampingi Sekretaris Dindik, Nurhasan, Kamis (16/1) sore.
Saat ditanya terkait kasus apa pegawaianya ditang­kap polisi, baik Dadan dan Nurhasan memilih bung­kam. Kata Dadan, pihaknya belum mendapatkan klari­fikasi resmi dari kepoli­sian terkait penahahan pe­gawainya tersebut. “Kita belum ada kejelasan dari kepolisian terkait yang dis­ebut OTT itu. Sebab pada saat itu saya sedang rapat dengan para kepala SMP,” tandas mantan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperindagpas) Pandeglang ini. (bagas/ned/ari/enk/deddy/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.