Istana: Buku SBY Bukan Untuk Manfaat Politik

JAKARTA,SNOL Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparringa angkat suara menanggapi serangan yang diarahkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait dengan buku “Selalu Ada Pilihan”.
Menurutnya, buku yang ditulis SBY dilandasi dengan niat baik dan kerendahan hati, bukan kesombongan.
“Tidak ada kesombongan sebagaimana disangkakan. Juga jauh dari kehendak untuk mendapatkan manfaat politik dari yang ditulis dalam setiap halamannya,” kata Daniel dalam keterangan persnya kepada JPNN.com, Minggu (19/1).
Menurut Daniel, penyusunan buku 824 halaman itu tidap pula untuk hendak dimenangkan atau dikalahkan. Kata dia, buku tersebut sengaja disusun oleh SBY yang mencintai buku dan menghormati pengetahuan.
“Isinya pun tidak dimaksudkan menjadi menara gading, berdiri di atas semua kebenaran yang mungkin dimiliki oleh orang lain. Buku ini menawarkan penglihatan seorang SBY terhadap hidup yang ia jalani. Isinya menyanding, kadang membanding, bukan menanding. Mereka yang membacanya tetap boleh membawa penafsiran mereka masing-masing,” katanya.
Dalam buku yang diluncurkan Jumat (17/1) malam, SBY mengajak masyarakat untuk belajar tentang banyak peristiwa dalam kehidupan yang dapat dijadikan pendorong perubahan ke arah lebih baik. Khususnya, bagi pemimpin Indonesia mendatang, buku ini berguna untuk menyiapkan pemimpin baru agar lebih siap menghadapi tantangan, ujian, dan cobaan.
Sementara itu, Pengamat Politik dari Universitas Indonesia Boni Hargens mengatakan buku berjudul ‘Selalu Ada Pilihan’ dianggap sebagai bentuk arogansi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), baik sebagai presiden maupun ketua umum Partai Demokrat. Alasannya, terdapat sub judul dalam buku SBY yang berisi saran untuk presiden mendatang.
“Itu bentuk arogansi besar. Apa keberhasilan SBY, tidak ada,” ujarnya usai diskusi bertema ‘Siapa Tokoh Perubahan 2014’ di Galeri Cafe, Cikini Jakarta, Minggu (19/1). (awa/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.