Polisi Sidak Lapangan U-Turn Tangcity

TANGERANG, SNOL Polres Metro Tangerang menindaklanjuti laporan Pusat Studi Kajian dan Gerakan Tangerang Raya Institute (TRAINS) terkait pelanggaran lalu lintas, yakni putaran balik (U-Turn) Tangerang City Mall. Polantas langsung menggelar sidak dipimpin Kasat Lantas Polres Metro Tangerang, AKBP Gunawan pada Sabtu, (18/1).
Gunawan mengatakan, dalam rekayasa lalulintas memang u-turn tersebut menyalahi aturan. Namun pihaknya hanya mampu menegakkan pelanggaran hukum lalulintas saja. Untuk penutupan u-turn tersebut, katanya yang berwenang adalah Dinas Perhubungan. “Dalam jangka waktu dekat ini kami akan memanggil seluruh pihak yang terkait untuk mencari solusi yang terbaik, baik dari Dishub, Dinas Pekerjaan Umum, pengelola Tangcity dan pelapor,” ungkapnya.
Dia juga menambahkan, dalam sidak tersebut, memang masih banyak ditemui pelanggaran lalu lintas seperti u-turn yang dijadikan putaran balik oleh pengendara, kurangnya rambu-rambu lalu lintas seperti larangan parkir di pinggir jalan, angkutan umum yang berhenti sembarang untuk menunggu penumpang, dan tidak ada fasilitas penyeberangan sehingga menimbulkan kemacetan dan sangat membahayakan pengguna jalan.
Sementara, Kepala Bidang Teknik Lalu Lintas Dishub Kota Tangerang, Adeng Rustandi mengatakan u-turn tersebut tidak buka secara permanen, hanya sementara sampai pihak pengelola membuat rancangan u-turn yang sesuai. “Kita nanti akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan akan menyiapkan rambu-rambu lalu lintas yang dibutuhkan. Senin akan ditindaklanjuti terkait masalah ini,” jelasnya.
Direktur Eksekutif TRAINS, Yudhistira mengatakan, setelah pihaknya melakukan audiensi dengan beberapa pihak terkait pelanggaran lalu lintas ini, belum ada solusi konkrit yang disampaikan. Masyarakat katanya, hanya diminta menunggu tanpa ada penjelasan waktu yang dimaksud. “Kami terus berupaya agar tuntutan kami dipenuhi, kalau tidak dipenuhi dan tidak mendapat penjelasan yang konkrit, kami akan melakukan aksi unjuk rasa bersama masyarakat sekitar yang dirugikan dengan kemacetan ini,” katanya.
Yudhistira menuding Dishub Kota Tangerang tidak tegas dan terkesan tebang pilih dalam melaksanakan aturan. Dia menilai, seharusnya Dishub lebih mengutamakan kepentingan masyarakat umum dari pada kepentingan sepihak,” terangnya. (mg-17/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.