Pemkot Akui SILPA Rp 560 M

Fraksi di DPRD Kecewa, Pertanyakan Laporan Airin
SETU,SNOL Sisa Lebih Peng­gunaan Anggaran (SILPA) ta­hun 2013 menjadi topik utama pembahasan saat Rapat Pari­purna dengan agenda pandan­gan fraksi-fraksi yang digelar di gedung DPRD Kota Tangerang Selatan, Senin (20/1). Selisih Silpa antara yang dilaporkan Pemkot Tangsel sebesar Rp217 miliar, dengan temuan Fraksi PKS DPRD sebesar Rp560 miliar dan LIRA yang menca­pai Rp655 miliar, menimbul­kan tandatanya besar di kalan­gan legislatif dan masyarakat pada umumnya.
Hampir semua fraksi me­nyatakan kekecewaannya dan mengomentari laporan SILPA yang disampaikan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, pada paripurna beberapa hari sebelumnya. Fraksi-fraksi me­nilai laporan yang disampai­kan belum lengkap dan tidak terperinci.
Seperti yang dikemukkan Iwan Rahayu, perwakilan Fraksi Golkar. Dalam pan­dangannya dia mengungkap­kan SILPA sebesar Rp217 miliar itu belum diutarakan secara rinci oleh Pemkot.
“Kalau SILPA timbul disaat awal pembangunan, itu wajar. Ini sudah diakhir 2013. Ka­lau dilihat dari pembangunan rill nya, kami wajar memper­tanyakan,” pungkas Ketua Komisi I DPRD ini.
Fraksi Golkar menilai ban­yaknya SILPA yang muncul pada akhir 2013, justru me­nimbulkan pertanyaan kalau penyusunan APBD 2013 ti­daklah matang, atau asal saja. “Sementara ini, kalau kami melakukan dengar pendapat dengan warga, pasti selalu saja ada keluhan tentang in­frastruktur,” pungkasnya.
Hal serupa juga dikatakan Fraksi Demokrat. Menurut­nya, Pemkot Tangsel harus secara rinci melaporkan jum­lah SILPA. “Harus dibeber­kan, apa saja yang menjadi penyebab SILPA. Di Nota Keuangan tersebut tak ter­ungkap,” ujar Rizky Jonis.
Menurutnya, selama 2013 kemarin, terjadi lemah koor­dinasi antar SKPD dengan Dinas Pendapatan Pengelo­laan Keuangan dan Aset Dae­rah (DPPKAD). “Sehingga menimbukan banyak SILPA lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya,” tuturnya.
Ketika dikonfirmasi, SIL­PA lebih dari Rp 217 miliar dan mencapai Rp 560 miliar, diakui oleh Pemkot Tangsel. “Saya yakini akan lebih dari Rp 217 miliar. Tapi akan kita hitung bersama lagi, jumlah akhirnya akan masuk pada laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” ungkap Wakil Walikota Tangsel, Be­nyamin Davnie, kemarin.
Meski mengakui SILPA lebih dari Rp 217 miliar sep­erti yang sudah dilaporkan Walikota Tangsel Airin Rach­mi Diany didepan anggota dewan dan seluruh SKPD, Benyamin mengatakan an­gka tersebut akan digunak­an untuk mempercepat lagi pembangunan di wilayahnya. Terutama pada penganggaran murni, semua akan dipercepat di APBD Murni 2014.
“Akan langsung dipakai un­tuk menyelesaikan pembangu­nan infrastruktur di 2014 ini. Penanganan bencana banjir ini pun memakai anggaran SILPA tersebut, sebab bentuknya tang­gap darurat,” ujar pria yang akrab disapa Bang Ben itu.
Seperti diberitakan Koran ini Senin (20/1), bahwa ada yang rancu dengan jumlah SILPA Kota Tangsel tahun 2013. Se­belumnya, diberitakan bahwa total Silpa-nya hanya Rp217 miliar, namun kabar terbaru terungkap bahwa jumlahnya justru mencapai Rp560 miliar. Bahkan ada temuan lain yang menyebutkan bahwa jumlahn­ya Rp655 miliar.
Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Tangerang Selatan Arif Wahyudi mengungkapkan, ada lonjakan belanja yang harus di­siapkan oleh Pemkot Tangsel. Mengingat Silpa tahun 2013 lalu bukanlah Rp217 miliar sebagaimana yang diajukan dalam KUA-PPAS, melainkan sekitar Rp500 miliar. Artinya, Pemkot Tangsel perlu meny­iapkan alternatif belanja tam­bahan sebesar Rp300 miliar.
“Itu baru dari sisi Silpa-nya saja. Dari sisi target pendapa­tan, mestinya dibandingkan dengan realisasi pendapatan sampai akhir tahun 2013,” ungkap Arif kepada Satelit News, Minggu (19/1).
Ditanya mengenai perbedaan yang jomplang soal jumlah Silpa, Arif juga mengaku kag­et. “Saya agak kaget dengan temuan LIRA Tangsel tentang Silpa tahun 2013 yang menca­pai Rp655 miliar,” ujarnya.
Dari data LIRA yang diteri­manya, jumlah itu meliputi; pos total anggaran yang dike­lola Dinas Kesehatan Rp292 miliar, namun yang terserap hanya Rp37 miliar dan ma­suk Silpa Rp255 miliar. Di­nas Bina Marga dan Sumber Daya Air sebesar Rp261 mil­iar, hanya terserap Rp95 mil­iar dan masuk Silpa Rp166 miliar. Sedangkan Anggaran Dinas Tata Kota dari total Rp272 miliar, hanya terserap 38 miliar dan masuk Silpa Rp234 miliar. Sehingga total Silpa dari tiga SKPD itu sebe­sar Rp655 miliar. “Itu baru dari tiga SKPD, belum Silpa dari lain,” tukasnya.
Pihaknya mengaku sudah mengecek dan mengkonfir­masi temuan LIRA tersebut kepada pejabat TAPD. Hasil konfirmasinya diketahui ada perbedaan nilai Silpa 2013. Ni­lai Silpa yang disebutkan oleh salah satu pejabat kunci dalam TAPD sebesar Rp560 miliar. (pramita/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.