Pemkot Dinilai tak Transparan Soal SILPA 2013

CIPUTAT,SNOL Pemerin­tah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diminta serius mel­aporkan Sisa Lebih Peng­gunaan Anggaran (SILPA) 2013. Bukan hanya sekedar estimasi, tapi penghitungan rinci. DPRD pun diminta tetap mengawasi dan memin­ta jawaban Pemkot Tangsel mengenai SILPA tersebut.
“Harus dirinci! Kalau me­mang benar pada laporan BPK nantinya jumlah SILPA sebesar Rp560 miliar dan bu­kan Rp217 miliar, pasti ada temuan. Kalau seperti ini be­rarti Pemkot Tangsel tidak transparan mengenai jumlah Silpa sebenarnya,” ungkap Pengamat Pemerintahan dan Politik Universitas Islam Neg­eri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat Kota Tangsel, Zaky Mubarak, Selasa (21/1).
Dia menyarankan agar ang­gota DPRD Kota Tangsel tetap konsisten dalam men­gawasi dengan cara meminta jawaban Pemkot Tangsel. Pinta agar Pemkot menjelas­kan secara rinci, sumber SILPA tersebut berasal dari SKPD mana saja. “Jangan sampai dewan sudah menan­yakan, kemudian Pemkot jawab seadanya. Maka akan timbul penilaian kong kalin­gkong antar kedua belah pi­hak,” pungkas Zaky.
Bila pada akhirnya SILPA terbukti mencapai Rp560 miliar, maka sudah sepan­tasnya, Anggaran Pendapa­tan Belanja Daerah (APBD) di 2014 tidaklah lebih besar dibanding tahun sebelumnya, dengan kenaikan SILPA yang meninggi. Sebab pada aturan otonomi daerah, penyerapan anggaran menjadi salah satu indikator penetapan APBD tahun sebelumnya. “Dimana-mana, kemampuan serapan anggaran menjadi indikator untuk anggaran tahun beri­kutnya. Kalau APBD Tang­sel sebelumnya Rp1,7 triliun, dan di tahun ini meningkat menjadi Rp2 triliun, itu san­gat lucu,” ungkapnya.
Masih menurut Zaky, angga­ran yang dipergunakan kemu­dian hanya mampu menyerap dalam skala kecil, maka akan menjadi koreksi dan penilaian untuk tahun berikutnya. Kalau APBD diperbesar pada tahun berikutnya, tentu hal tersebut akan menjadi suatu hal yang kontradiktif.
“Kemarin saja tidak bisa digunakan, kalau dinaikan malah aneh. Sebab, dana yang dikeluarkan sesuai dengan ke­mampuan daerah,” tuturnya.
Sekretaris Kota Lumbung Informasi Masyarakat (Sekot LIRA) Kota Tangsel, Mu­hammad Acep, mengaku tak habis pikir, mengapa Wa­likota Tangsel Airin Rachmi Diany, melaporkan jumlah SILPA sebanyak Rp217 mil­iar. “Padahal kami menemu­kan angka segitu hanya untuk SILPA satu SKPD saja, yakni Dinas Kesehatan. Belum di­nas teknis yang lain, seperti Dinas Bina Marga dan Dinas tata Kota, Pemukiman, dan Pembangunan,” ujarnya.
Untuk itu, sudah seharus­nya pada menyampaikan laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) nanti har­uslah sesuai. “Nah makanya nanti kita lihat, akan sema­kin aneh lagi kalau Kota Tangsel akan meraih WTP ditahun ini,” pungkas Acep. (pramita/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.