Gelombang Laut Tinggi, Nelayan Paceklik

SLAWI,SNOL Cuaca ekstrim di laut pantai utara (Pantura) Kabupaten Tegal semakin parah. Gelombang laut masih tinggi yang mengakibatkan nelayan lego jangkar atau tidak melaut. Paceklik pun tak bisa dihindarkan dari para nelayan pantura. Hingga saat ini, cuaca ekstrim dan gelombang tinggi yang melanda laut Jawa sudah masuk hari ke sembilan.
Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Kabupaten Tegal, Guntur, mengatakan akibat gelombang tinggi di laut Jawa, seluruh nelayan memilih tidak melaut.
“Nelayan perahu kecil semuanya bersandar di dermaga. Sedangkan nelayan perahu besar, berlindung di sejumlah pulau-pulau kecil di tengah laut,” kata Guntur, kemarin.
Bagi nelayan yang tidak melaut, mereka menyempatkan untuk membetulkan alat tangkap ikan yang rusak dan memperbaiki perahu. Selain itu, ada juga beberapa nelayan yang alih profesi sebagai buruh tani dan bangunan. Mereka melakukan itu hanya untuk menutup kebutuhan hidup sehari-hari.
“Daripada tidak ada masukan, mereka akhirnya alih profesi. Itu pun kalau ada kerjaan. Kalau tidak ada, mereka terpaksa menganggur,” ungkapnya.
Dampak dari cuaca ekstrim itu, sangat besar bagi kehidupan masyarakat nelayan di wilayahnya. Menurut dia, tidak sedikit nelayan yang kebingungan hingga mencari hutang untuk menghidupi keluarganya. Mereka juga ada yang menjual sebagian hartanya untuk makan sehari-hari. “Dengan adanya kondisi seperti ini, semoga pemerintah peduli kepada kami,” ucapnya.
Asisten II Setda Pemkab Tegal, Toto Subandriyo, mengatakan,  Pemkab saat ini sedang melakukan pendataan para nelayan yang terkena dampak paceklik. Nantinya, para nelayan tersebut akan diberi beras untuk kebutuhan hidup keluarganya. Pemkab sudah menyediakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 40 ton. Rencananya, beras itu akan dibagikan kepada 7.262 nelayan.
“Masa tanggap bencana 14 hari dengan alokasi 400 gram/jiwa/hari,” terangnya.
Bupati Tegal, Ki  Enthus Susmono juga mengatakan hal senada. Dia mengungkapkan, Pemkab sudah menyediakan beras untuk nelayan sebanyak 100 ton. Menurutnya, tidak lama lagi beras itu akan segera didistribusikan ke nelayan yang membutuhkan.
“Nelayan tinggal mengusulkan saja, nanti akan kami kirim,” tegasnya. (yer/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.