Seleksi Pegawai PDAM Kisruh

Dari 275 Capeg, Hanya 129 Ikut Seleksi
TANGERANG, SNOL Internal Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Benteng (PDAM TB) kisruh. Kekisruhan merupakan imbas seleksi pegawai yang dilakukan direksi terhadap para calon pegawai. Banyak calon pegawai menolak ikut seleksi lantaran menganggap hal itu sebagai alat merampingkan pegawai.
Akibatnya, dari 275 pegawai yang berhak mengikuti seleksi, hanya 129 yang bersedia. Sedangkan sisanya, yakni 146 menyatakan menolak. Plt Direktur Utama PDAM TB Kota Tangerang Tonny Wismantoro mengakui saat ini perusahaan daerah yang dipimpinnya melakukan proses pembenahan dari sektor kepegawaian. Sebab, jumlah pegawai PDAM TB sekarang ini melebihi kapasitas hingga jumlahnya mencapai 460 pegawai dan calon pegawai.
“Kalau sesuai aturan, perekrutan pegawai PDAM ini yakni 1.000 pelanggan dikali 6 orang. Jadi kalau saat ini pelanggan ada 26 ribu, maka idealnya pegawai hanya sekitar 180 orang,” ujar Tonny Wismantoro ketika dikonfirmasi Satelit News, Minggu (26/01).
Tonny menjelaskan, untuk menghindari praktek titipan dalam seleksi calon pegawai tersebut, PDAM TB menggandeng pihak ketiga dari perusahaan yang membidangi perusahaan air dan meminta pihak Kejaksaan untuk mendampingi seleksi, sehingga hasilnya nanti bisa independen dan sesuai harapan.
“Seleksi calon pegawai ini, dalam rangka upaya meningkatkan kinerja pegawai dan perusahaan itu sendiri. Karena sejak mengalami discalaimer dua kali berturut-turut, PDAM menjadi sorotan dari berbagai pihak, bahkan Pemkot Tangerang sebagai pemilik terus melakukan upaya perbaikan,” kata Tonny.
Terkait calon pegawai yang menolak dilakukan seleksi pegawai ini sambung Tonny, dirinya mempersilahkan mereka protes melalui mekanisme yang ada. “Prinsipnya, seleksi ini hanya untuk perbaikan perusahaan. Perlu kami luruskan juga, bahkan seleksi pegawai ini hanya dilakukan bagi calon pegawai yang sudah bekerja, bukan merekrut pegawai baru dari luar,” tukasnya.
Salah seorang anggota Dewan Pengawas PDAM TB Jazuli Abdillah juga membenarkan adanya seleksi ini. “Ya, ini merupakan follow up dari adanya evaluasi terhadap kinerja PDAM Tirta Benteng,” terangnya.
Terpisah Walikota Tangerang Arief R Wismansyah yang dimintai komentarnya mengaku tidak mengetahui adanya seleksi di tubuh PDAM Tirta Benteng. Sebab hal ini dinilainya sebagai pelaksanaan kegiatan yang dilakukan direksi PDAM TB. “Saya tidak tahu mengenai adanya seleksi di PDAM TB. Itu dilaksanakan oleh direksi PDAM TB, bukan Pemkot Tangerang,” katanya. (jojo/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.