Biaya Daftar Haji Bakal Naik Rp 5 Juta

SERPONG,SNOL Kantor Kementerian Agama (Ke­menag) berencana menaik­kan biaya pendaftaran Ong­kos Naik Haji (ONH) regular sebesar Rp5 juta di tahun ini. Meski demikian, pihaknya memprediksi jumlah pendaf­tar akan tetap tinggi.
Kasi Haji dan Umroh Ke­menag Kota Tangsel, Ya­hya Suhaemi mengatakan, tingginya minat warga yang ingin naik haji, membuat daf­tar antrean di Banten cukup panjang. Misalnya, Calhaj mendaftarkan diri di 2014, baru akan pergi haji 12 ta­hun kemudian yakni tahun 2026. Guna menekan jumlah pendaftar, rencananya biaya pendaftaran ONH akan dinai­kkan Rp5 juta di tahun ini.
“Rencananya demikian ada kenaikan Rp5 juta, tapi ren­cana tersebut belum diterap­kan. Saat ini masih digodok dan tengah dalam pemba­hasan. Selanjutnya, menung­gu arahan dari Kementerian Agama RI,” ujar Yahya, Se­lasa (28/1).
Ongkos naik haji tahun lalu mencapai 3.522 dolar atau Rp35 juta, bila mengikuti kurs rupiah saat itu sebesar Rp10 ribu perdolar. Di tahun ini, belum diketahui karena mengikuti kebutuhan, namun angkanya tidak jauh berbeda dibanding tahun lalu.
Kenaikan ongkos ke­berangkatan haji dimaksud­kan untuk menekan jumlah warga yang ingin mendaftar haji. “Tahun 2010 lalu juga ongkos daftarnya naik Rp5 juta. Tujuan awalnya sih un­tuk menekan jumlah pendaf­tar, tetapi usaha ini kurang berhasil,” akunya.
Panjangnya daftar antrean juga disebabkan adanya pen­gurangan kuota sebesar 20 persen yang diberlakukan Pemerintah Arab Saudi. Pada tahun lalu, jemaah haji asal Banten mencapai 6.830 orang setelah dipotong 20 persen, seharusnya jumlahnya 8.541 orang. Pengurangan kuota sendiri akan tetap diberlaku­kan hingga dua tahun men­datang.
“Pengurangan ini membuat daftar antrean makin panjang dan bukan tidak mungkin ta­hun depan harus menunggu 15 tahunan baru dapat naik haji,” tandasnya.
Kasubag TU Kantor Ke­menag Kota Tangsel Abdul Rojak berharap ada penamba­han kuota bagi jemaah haji asal Indonesia. Sebab, adanya pen­gurangan ini berimbas terha­dap panjangnya daftar atrean. Bahkan haji plus yang biayan­ya lebih mahal ketimbang haji biasa, antreannya bisa menca­pai lebih dari lima tahun.
“Kalau ada penambahan kuota kan enak, bisa mengu­rangi daftar antrean. Paling tidak kurang dari 15 tahun antreannya,” pungkasnya. (pramita/aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.