Kejati Banten Tolak Hasil Penyidikan Polda

Kasus Korupsi Sodetan Cibinuangeun
SERANG,SNOL Berkas kasus dugaan korupsi hasil penyelidikan oleh Polda Banten dinyatakan tidak lengkap oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten.
Akibatnya berkas perkara korupsi pembangunan sarana-prasarana sodetan Cibinuangeun, di Kampung Burunuk, Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak Rp19 miliar APBN tahun 2011, dikembalikan kepada Polda.
Kasi Penuntutan Kejati Banten, Moh. Mahmud, SH menyatakan dari hasil penelitian pihaknya menemukan adanya kekurangan item dalam berkas tahap satu dari Ditreskrimsus Polda Banten.
“Ada beberapa kekurangan dalam item dan nanti akan kami kembalikan ke penyidik dengan petunjuk (P19),” kata Kasi Penuntutan Kejati Banten, Moh. Mahmud, SH, Selasa (28/1).
Mahmud, menerangkan pihaknya tengah menyusun surat pemberitahuan terkait pengembalian berkas. Dalam surat tersebut juga disebutkan bahwa ada kekurangan dalam berkas itu.
“Kami tidak bisa sebutkan item persoannya yang jelas sudah kirim P18-nya, disebutkan juga bahwa ada kekurangan dalam berkas,” ujarnya.
Namun Mahmun mengisyaratkan kekurangan itu ada pada keterangan saksi yang kurang mendukung dan ada keterangan beberapa saksi yang harus diperdalam. “Ya, intinya pengembangan,” ucapnya.
Mahmud mengatakan, jaksa peneliti saat ini tengah menyusun petunjuk apa-apa saja yang harus dilengkapi penyidik kepolisian untuk melengkapi berkas tersebut. “Ya, dua atau tiga hari lah P19-nya selesai, nanti kami kirim ke Polda,” ucapnya.
Terpisah, Wakil Dir Reskrimsus Polda Banten, AKBP Wawan Ridwan, mengakui pihaknya sudah menerima P18 dari jaksa. Namun, soal kekurangan, menurutnya pihaknya masih menunggu P19 apabila ada kekurangan.
“Tidak ada. Hanya memang ada P18 dari jaksa itu bahwa berkas sudah diteliti. Tapi ya mungkin ada kekurangan, itu kami tunggu P19-nya,” tukasnya. (bagas/gatot/satelitnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.