Basir Dibacok karena Gono-Gini

SERANG,SNOL Mimpi indah Basir (35) berubah menjadi petaka. Warga Kampung Bagoang Desa Gandayasa Kecamatan Cikeusal Kabupaten Serang itu dibacok tiga pria ketika sedang tidur di rumahnya, Rabu (29/1) dinihari.
Basir sedang terlelap bersama istri barunya, Nani Apriyanti sekira pukul 03.00 dinihari WIB ketika datang tiga pria bersenjata golok menebas lengan kanannya. Ketiga pria bernama Mujib Sobirin, Agus Kusaeri dan Hamdan yang merupakan warga Cianjur, Jawa Barat langsung kabur setelah menghunjamkan bacokan ke lengan pria yang juga pegawai Desa Gandayasa itu. Istri korban yang terbangun dan menyaksikan adegan menyeramkan itu berteriak meminta tolong warga sekitar. Tanpa komando, warga langsung mengejar dan mencari jejak para pelaku bersama petugas kepolisian yang datang ke lokasi. Sementara Basir dievakuasi ke RSUD Serang.
Setelah beberapa lama kemudian warga dan polisi dari Polsek Cikeusal berhasil menangkap dua orang pelaku atas nama Mujib Sobirin dan Agus Kusaeri. Sementara satu pelaku lainnya yakni Hamdan masih dalam pencarian.
Dari hasil penyelidikan Polisi menduga kuat adanya indikasi orang dekat dalam peristiwa tersebut. Kecurigaan mencuat setelah tidak ditemukan kerusakan saat para pelaku memasuki rumah korban. Dan hal tersebut dibenarkan oleh para pelaku dalam pemeriksaan di Polisi.
Sementara itu Basir saat ditemui di UGD RSUD Serang mengakui sedang memiliki persoalan dengan mantan istrinya terkait pembagian harta goni gini. Menurutnya, dia belum bisa melunasi uang perjanjian atas rumah yang ditempati. Dimana sebelumnya disepakati bahwa mantan istrinya minta 30 juta dari nilai rumah, namun Basir baru bisa menyanggupi 20 juta dengan cara menyicil.
“Selama ini saya tidak punya masalah, akan tetapi belakangan ini mantan istri saya mempersoalkan rumah yang saya tempati,” kata Basir. Basir juga mengakui kalau sebagian rumah itu dibangun dari uang hasil mantan istrinya bekerja di luar negeri sebagai tenaga kerja wanita.
“Memang rumah itu diperoleh atas hasil mantan istri saya kerja di timur tengah, tapi tidak besar jumlahnya. Makanya saya hanya berani bayar Rp20 juta,” terangnya. Kapolsek Cikeusal, AKP Erwan mengatakan dugaan otak pelaku merupakan mantan istri korban yang baru tiga bulan lalu diceraikannya. Hal ini terungkap dari pengakuan pelaku yang mendapatkan kunci rumah korban dari Jumroh, mantan istri korban.
“Untuk sementara kita mengarah kepada mantan istri korban, meski demikian kami masih melakukan penyelidikan lebih dalam terkait kasus ini,” tukasnya. Sementara terpisah, warga Komplek Bumi Agung Permai (BAP) I, Kelurahan Unyur, Kecamatan/Kota Serang, digegerkan dengan penemuan sosok mayat pria dalam keadaan tergantung di plafon rumah, Selasa (28/1) malam.
Belum diketahui penyebab tewasnya pria itu. Diduga pria tersebut mengakhiri hidupnya sendiri dengan gantung diri karena tidak ditemukan adanya luka akibat kekerasan.
Pria itu diketahui bernama Nasirudin (52), warga setempat yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek di Pasar Rawu. Nasirudin tinggal sendiri di rumah nomor 20 itu karena sudah bercerai dengan istrinya. (bagas/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.