Tiga Kejanggalan Penggelontoran Dana Saksi Pemilu

F-PEMILU 2014JAKARTA,SNOL Terdapat beberapa kejanggalan terkait rencana pengucuran dana saksi di setiap pemungutan suara (TPS) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2014 sebesar Rp700 milliar.
Pertama, dana itu tidak ada di dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).
“Jadi mesti dicek ada dimana perencanaan bila hendak mengeluarkan dana seperti itu,” terang Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto dalam pesan singkat, (Senin, 3/2).
Kejanggalan lainnya, kata pria yang biasa disapa BW ini, jumlah dana yang akan dikucurkan terbilang cukup besar. Karenanya, perlu dicek siapa yang menjadi penanggung jawab atas dana dimaksud.
“Sehingga bisa dipersoalkan secara hukum bila terjadi masalah. Ketiga, bagaimana mekanisme pengawasan atas penggunaan dana itu,” demikian bekas Ketua YLBHI ini.
Tadi siang perwakilan Koalisi untuk Akuntabilitas Keuangan Negara (KUAK) yang terdiri dari sejumlah sejumlah Lembaga Swadaya Masyarat (LSM) melaporkan rencana pemberian dana saksi partai politik dari APBN Rp700 miliar ke bagian pengaduan masyarakat (Dumas) KPK. Mereka menduga dana sebesar Rp700 milliar itu berpotensi dikorupsi.(zul/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.