Desak Muscab, ‘Segel’ Kantor Gapensi Tangsel

TANGSEL,SNOL Masyarakat jasa konstruksi menyegel kantor Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapensi) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di Kawasan Ruko Golden Road, Kecamatan Serpong.

Aksi pada Senin (17/2) ini dilatarbelakangi belum terbentuknya pengurus Gapensi Tangsel definitif.  Belasan masyarakat jasa konstruksi yang juga anggota Gapensi Kota Tangsel membawa spanduk tuntutan.

Tuntutan mereka diantaranya, “Kantor Ini Kami segel, Percepat Muscab” dan “Selamatkan Gapensi Kota Tangsel dari Cengkeraman Dynasti”.

Anggota Gapensi Tangsel Heri Sugiyono mengatakan Muscab lanjutan ini diperlukan untuk memilih pengurus Gapensi Kota Tangsel sempat digelar pada 2011 lalu, namun deadlock. “Hingga saat ini, kepengurusan dipegang care taker, yang mayoritas diisi pengurus BPD Gapensi Provinsi Banten,” ujarnya.

Padahal menurut Heri diakuinya, pengusaha jasa konstruksi di Kota Tangsel sudah siap, jika memang Muscab kembali dilakukan. “Kami sudah siap. Tapi caretaker yang saat ini ada seolah tidak siap, dan selalu menunda-nunda untuk digelarnya Muscab lanjutan. Ini menurut kami tidak baik untuk perkembangan dunia konstruksi di Tangsel,” kata Heri

Ditambahkan ketua pelaksana Muscab pada 2011 lalu ini, masyarakat jasa konstruksi dan anggota Gapensi Tangsel mendesak pelaksanaan Muscab lanjutan pada Februari ini. Desakan ini, menurutnya dilakukan sebagai upaya menyelamatkan Gapensi Kota Tangsel.

“Kondisi yang ada saat ini seperti mengebiri Tangsel agar tidak ada pengurus definitif. Ini tidak sehat, makanya harus segera digelar Muscab lanjutan,” tandasnya.

Anggota Gapensi Kota Tangsel lainnya, Harun Al Rasyid menilai lambatnya pemilihan pengurus Gapensi Tangsel definitif menimbulkan keresahan di kalangan pengusaha konstruksi. Pen-gusaha konstruksi, kata dia, merasa kehilangan induk lantaran pengurus Gapensi definitif belum terbentuk.

“Selama dipegang care taker, tidak pernah rapat dan evaluasi pengurus. Ini tidak baik, maka itu kami mendorong untuk segera dilaksanakan Muscab lanjutan,” tegasnya.

Menanggapi tuntutan masyarakat jasa konstruksi, Pengurus Gapensi Tangsel Ridwan Smat mengaku sudah mengirimkan surat pengusulan Muscab lanjutan ke BPD Gapensi Provinsi Banten. Tapi diakuinya, hingga saat ini belum ada tanggapan dari BPD Gapensi Banten. “Kami sendiri menargetkan Muscab lanjutan diselenggarakan akhir Februari ini. Karena kami sudah terlalu lama jadi care taker,” tandasnya.(irm/ hendra/bnn/satelitnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.