Sembunyi di Cikupa, Sindikat Penjual Senpi Ditangkap

CIKUPA,SNOL  Satreskrim Polres Kota Tangerang berhasil membongkar sindikat peredaran Senjata Api (Senpi) rakitan asal Lampung.
Tiga pelaku diamankan di lokasi berbeda di Kelurahan Sukamulya Kecamatan Cikupa, Minggu (2/3) pagi. Termasuk senpi jenis revolver yang akan dijual ke sindikat Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor).
Kapolres Kota Tangerang, Kombes Pol Irfing Jaya mengungkapkan, jaringan ini terbongkar saat pengembangan tim buser Jatanras Polresta Tangerang pimpinan Kanit Jatanras Iptu Fandi Arisca. Tim tersebut mencurigai gerak-gerik Agus dan Fikri.
Kemudian petugas menghentikan laju sepeda motor yang dikemudikan keduanya. Saat digeledah, petugas menemukan sepucuk senpi yang disembunyikan di balik jaket pelaku.
Keduanya mengaku jika senpi rakitan jenis revolver itu milik Zulkifli. Rencananya Senpi akan dijual ke seorang pelaku Curanmor di daerah Kota Tangerang seharga Rp2,9 juta. Jika terjual, kedua pelaku dijanjikan diberi upah masing-masing Rp500 ribu.
Anggota buser langsung ber-gerak cepat dengan meringkus Zulkifli di rumah kontrakannya di Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa. Di lokasi, polisi menemukan kunci leter T beserta mata kunci. Guna pengembangan, Zul pun digelandang ke Mapolres Kota Tangerang berikut Agus dan Fikri. Atas perbuatannya, ketiga pelaku diancam dengan undang-undang darurat.
“Zul mengaku membeli senpi rakitan itu dari H, seharga Rp500 ribu. Ketika kami kejar, H sudah kabur ke Lampung. Kini ketiga pelaku yakni Zulkifli (33), Agus Rifai (23) dan Fikri Edi Sanjaya (25) sudah diamankan dan tengah diperiksa serta mengamankan senjata rakitan jenis revolver,” tegas Kapolres.
Dalam sebulan terakhir ini pihaknya berhasil menyita tiga pucuk Senpi rakitan milik komplotan curanmor asal Lampung Timur. Tiga buah Senpi itu merupakan buatan tangan pengrajin senjata angin di Jabung, Lampung Timur. “Bentuk model senpi rakitan yang disita hampir sama,” tandasnya.
Kapolres berjanji akan terus memberantas kelompok Curanmor bersenpi asal Lampung Timur yang kerap meresahkan masyarakat. Pasalnya, aksi kejahatan yang dilakukan komplotan ini sudah sangat berbahaya dan tak segan-segan melukai korbannya. (aditya/jarkasih/satelitnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.