Utusan Presiden SBY Sentil Rano

Tak Hadiri Kongres Serikat Petani Indonesia
SERANG,SNOL Utusan Presiden Susilo Bambang Yudhono (SBY), HS Dilon, memperingatkan Rano Karno. Wakil Gubernur Banten itu, tidak hadir dalam Kongres IV Serikat Petani Indonesia (SPI) minggu, (2/3) di Alun-alun Serang Barat, Kota Serang.
Dilon Dalam sambutanya dihadapan ribuan petani, Dilon meminta Rano yang hanya mengutus pejabat eselon III dari Dinas Pertanian dan peternakan (Distanak), agar mendekatkan diri dengan petani. “Tolong bilang ke Rano Karno, kalau dia jauh dari petani maka dia bisa bahaya,” pinta Dilon, seraya disambut tepuk tangan meriah dari ribuan petani. Kongres yang digelar di Provinsi Banten tersebut akan memperjuangkan pembaruan agraria dan kedaulatan pangan Indonesia. Selain ribuan petani dari pelosok negeri dan utusan presiden, kongres petani ini juga dihadiri Kepala BNP2TKI, Jumhur Hidayat, Ketua Komisi IX DPR, Ribka Ciptaning dan Ketua Umum SPI, Henry Saragih.
Menurut Henry, kongres ini untuk menentukan sikap petani, dimana prinsip kedaulatan pangan harus ditegakkan. Petani Indonesia melawan semua bentuk import pangan yang dilakukan pemerintah. “Sudah tidak layak lagi Indonesia import pangan. Semua import pangan harus dihentikan,” ujar Henry.
Dia menghimbau agar petani jangan ragu mempertahankan tanah petani yang dirampas oleh industri dan pembangunan. “Petani tidak boleh ragu untuk mempertahankan sejengkal tanah yang dirampas oleh industri dan pembangunan,” ujar Henry.
Ironis, tambah Henry, jangan mimpi kedaulatan rakyat bisa tercapai kalau kedaulatan pangan tidak terwujud. “Kedaulatan pangan dulu, baru kedaulatan rakyat bisa tercapai,” ujar Henry.
Sama halnya diungkapkan Jumhur Hidayat. Dia mengaku tidak akan pernah melupakan perjuangan petani mempertahankan tanahnya. Akibat ikut membantu petani Bandung mempertahankan tanahnya, Jumhur ditahan selama 3 tahun. “Tidak mungkin saya melupakan perjuangan petani, saya pernah di tahan di penjara 3 tahun karena ikut mempertahankan tanah petani sewaktu saya masih mahasiswa di Bandung,” ujar Jumhur.
Ketua Komisi IX DPR RI, Ribka Ciptaning mengungkapkan, pada masa lalu perjuangan petani dianggap kekiri-kirian. Kini saatnya petani menentukan kedaulatannya. “Indonesia punya semuanya, tapi kenapa Indonesia ada kemiskinan. Ini berarti Indonesia salah urus. Kita masih import cabe, garam. Mari kita lawan kapitalis,” ujar Ribka.
Ajudan Rano Karno, Yadi Setiadi mengaku untuk kegiatan Kongres IV SPI pihaknya tidak mendapatkan undangan. “Tidak ada, tidak ada undangan acara Kongres IV petani masuk ke kita,” katanya singkat.
Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Banten, Sitti Maani Nina mengaku akan mengecek surat masuk untuk pimpinan di Biro Umum. “Saya cek dulu di surat masuk, Bapak (Rano Karno,red), kalau ada uandnagan, apalagi ini sifatnya nasional pasti hadir. Mungkin memang tidak ada surat undangannya,” ungkapnya. (mg-11/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.