Kepala DPPKD Hanya Disanksi Teguran

Kasus Terjaring Razia Hiburan Malam
SERANG, SNOL Kepala Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan Daerah (DPPKD) Banten, Zainal Mutaqin hanya mendapat sanksi teguran lisan terkait kasus terjaring razia tempat hiburan malam di Jambi, pekan lalu. Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Muhadi saat dimin­tai komentarnya soal sanksi terhadap anak buahnya itu.
“Jika mengacu pada peraturan pemerin­tah No. 53 tahun 2010, tidak ada pelang­garan yang dilakukan. Zaenal Mutaqin baru mendapat teguran secara lisan,“ kata Muhadi saat ditemui di Pendopo KP3B, Curug, Kota Serang, Jumat (7/3).
Kendati demikian, Muhadi menyayang­kan keberadaan Zainal Mutaqin di tempat hiburan malam di Jambi saat kunjungan kerja ke daerah tersebut. Apalagi, kata Sekda, Zainal Mutaqin merupakan cermi­nan ulama Banten karena juga menjabat sebagai Ketua PWNU Banten. “Beliau kan sebagai salah satu Ketua PWNU Banten, sebagai salah satu pengurus MUI Banten, dan sebagai Ketua LPTQ Banten,” tutur Muhadi.
Ketika ditanya lagi soal sanksi yang pantas diberikan kepada Zainal Mutaqin, Muhadi mengaku tidak menemukan sanksi pada tindak indispliner semacam itu. “Ka­lau di PP No.53 kita tidak menemukan. Pasal dan ayatnya harus ketemu kalau mau menjatuhkan hukuman, karena kalau tidak, nanti diprotes balik, kan kita harus punya landasan hukum yang kuat,” kilahnya.
Selain sanksi teguran lisan buat Zainal Mutaqin, Muhadi juga mengaku sudah memberikan sanksi serupa kepada Sekre­taris DPPKD Banten Toton Suriawinata dan dua staf honorer DPPKD yang juga terjaring razia. “Secara lisan hanya mengingatkan, kita kan harus mengingatkan,” tutupnya.
Sementara itu, ratusan warga melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPPKD Banten KP3B Curug Serang, Jumat (7/3). Mereka meminta agar Kepala DPPKD Banten mundur dari jabatannya.
“Kami sebagai warga Banten merasa malu. Banyak kasus di daerah kami, mulai dari gubernurnya, sekarang pejabatnya. Ini sangat memalukan. Cobalah pemerintah peka kepada rakyatnya, jangan egois me­mentingkan kepuasan pribadi,” ujar salah satu pendemo. (mg11/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.