Kontraktor Ambil Untung Besar

Proyek Irigasi Cisangu Dibiarkan Mangkrak
LEBAK,SNOL Ada yang janggal dalam pembangunan Irigasi Cisangu, di Kampung/Desa Menteng Jaya Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak. Perusahaan pemenang tender sepertinya untung berlimpah. Dari nilai anggaran Rp2,4 miliar, rekanan hanya merealisasikan Rp800 juta. Kini, proyek ini mangkrak.
Berdasarkan data dari warga setempat, pembangunan Irigasi Cisangu merupakan proyek Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman (DSDAP) Banten tahun 2013 dengan nilai anggaran Rp2,4 miliar. Pembangunan dimulai pada pertengahan Juli 2013, namun tiba-tiba pada pertengahan September 2013, CV Maulida selaku pelaksana kegiatan menghentikan pengerjaannya. Padahal masa kerjanya 150 hari kalender.
“Kondisi di lokasi proyek masih acak-acakan. Akibatnya, ratusan hektar sawah khususnya di Desa Menteng Jaya tidak bisa teraliri air, karena mayoritas sawah di sana sumber airnya dari irigasi itu,” kata Jaya Suanda, Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Menteng Jaya, Jumat (7/3).
Aparat desa dan warga sudah mempertanyakan kelanjutan pembangunan irigasi itu ke para pekerja dan DSDAP Provinsi Banten beberapa waktu lalu, namun pihak dinas tidak bisa memberikan penjelasan secara detail.
Pelaksana proyek Irigasi Cisangu, Toto, saat dihubungi wartawan mengatakan, perusahaan awal yang mendapatkan tender proyek itu adalah CV Maulida. Toto yang mengerjakan proyek itu hanya diberi anggaran Rp 800 juta saja dari CV Maulida. “Kami juga merugi, karena perusahaan yang mendapatkan tender tadi menyerahkan pengerjaannya kepada kami. Mungkinkah dengan dana sebesar Rp800 juta itu bisa menyelesaikan proyek sepanjang 2,5 kilometer dan lebar 2,5 meter ini? Orang awam pun pasti tahu jawabannya. Untuk saat ini kami kesulitan bertemu dengan pemilik CV Maulida,” dalih Toto, namun dia enggan menyebutkan nama perusahaan miliknya.
Saat disinggung siapa pemilik CV Maulida, Toto enggan berkomentar banyak. “Kalau soal itu (pemilik CV Maulida-red), tidak bisa saya jelaskan sekarang,” tuturnya.
Kepala Dinas SDAP Provinsi Banten Iing Suwargi hingga Jumat sore kemarin, belum bisa dimintai keterangan. Berkali-kali ponselnya dihubungi, selalu dalam keadaan tidak aktif. Iing juga tak membalas layanan pesan singkat yang dikirimkan wartawan. (ahmadi/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.