Oknum Anggota DPRD Gelapkan Puluhan Mobil

SERANG,SNOL Oknum Anggota DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi Partai Gerindra berinisial UB, diduga menggelapkan puluhan mobil rental. Jumlahnya diperkirakan mencapai 29 unit dengan berbagai jenis dan merek.
Mobil yang digelapkan berasal dari sejumlah perusahaan penyewaan mobil di Kabupaten dan Kota Serang. Modusnya, mobil-mobil dari perusahaan rental disewa, lalu digadaikan kepada beberapa orang di dalam dan luar Serang.
Muntaha, salah seorang karyawan Rental
Mobil Dua Saudara yang mengaku menjadi korban UB, menyatakan kejadian tersebut terjadi sejak tujuh bulan lalu. Dimana saat itu UB mendatanginya untuk menyewa dua unit mobil dengan masa peminjaman hanya beberapa hari.
“Karena memang jasa kami menyewakan mobil, ya kami kasih dua unit dengan memberikan uang sewa. Tapi dari janji yang hanya beberapa hari peminjaman, akhirnya hingga berbulan-bulan tidak juga kembali,” ujar Muntaha kepada wartawan, akhir pekan kemarin.
Khawatir terjadi apa-apa terhadap mobilnya, akhirnya ia mencoba menghubungi UB. Dalam beberapa kesempatan Muntaha berhasil menghubungi UB. Dari perbincangan dengannya, UB mengaku mobil yang dipinjamnya tidak terjadi apa-apa dan masih ada di tangannya. Bahkan UB mengajukan perpanjangan peminjaman. Namun UB kembali berulah. Janji untuk mengembalikan mobil ternyata tak terbukti. Muntaha pun kembali mencoba menghubungi pelaku untuk mengkonfirmasi status peminjaman mobil tersebut. Sayangnya, kali ini pelaku tidak dapat dihubungi. Nomor ponselnya tak lagi aktif. Muntaha pun dibuat kelabakan.
“Beberapa hari kemudian beliau sulit dihubungi dan bahkan terkesan menghilang,” katanya.
Curiga mobilnya digelapkan, Muntaha menyusun sebuah jebakan dengan berpura-pura menjadi pembeli mobil bekas, dengan harapan kabar tersebut sampai ke telinga UB. Rupanya jebakan itu pun berhasil. UB menghubungi Muntaha untuk bernegosiasi, hingga akhirnya lahir kesepakatan untuk bertransaksi.
“Setelah setuju bertransaksi akhirnya dia saya tangkap basah. Langsung saya tarik mobil milik rentalan saya. Tapi saat itu dia (UB, red) tidak saya laporkan ke polisi, karena saya masih menghormati dia sebagai anggota dewan. Ditambah lagi, dia berjanji akan mengembalikan mobil satu unit lagi yang ia sewa. Bahkan diakuinya satu mobil digadaikan,” ujar Muntaha seraya menjelaskan, unit mobil yang belum kembali, yakni Xenia Hitam Tipe LI bernopol F 1556 CF.
Sialnya, Muntaha kembali dibohongi. Seperti sebelumnya, pelaku kembali sulit dihubungi. Bahkan, ketika didatangi ke kediamannya, UB tak kunjung berhasil dijumpai. Merasa telah ditipu, akhirnya Muntaha melaporkan UB ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Serang. Pihaknya berharap UB dapat ditindak secara kelembagaan.
“Dalam laporan ke BK DPRD Kabupaten Serang, kami juga lampirkan bukti-bukti penyewaan mobil. Sampai saat ini kami tidak laporkan ke polisi. Selain menghormati beliau yang masih menjabat sebagai anggota dewan, kami juga masih menunggu itikad baik beliau,” tuturnya.
Ternyata menurut Muntaha, yang menjadi korban UB bukan hanya dirinya. Sejumlah perusahaan penyewaan mobil juga senasib dengan dirinya. Jumlah mobil yang diduga digelapkan UB ditaksir mencapai 29 unit. Munculnya angka tersebut, berdasarkan hasil komunikasi dirinya dengan sejumlah pengusaha rental lain.
“Kami punya bukti-bukti dari para korban lainnya. Kalau digabung jumlah mobil yang digelapkan UB diperkirakan mencapai sekitar 29 unit dengan lampiran bukti tak terbantahkan, berupa bukti hitam diatas putih tentang menyewaan mobil serta kwitansi pembayaran peminjaman mobil,” ucapnya.
Sementara itu Ketua BK DPRD Kabupaten Serang, Muhsinin membenarkan, jika pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan penggelapan mobil yang dilakukan UB. Sebagai tindaklanjut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Fraksi Gerindra dan akan memanggil UB secara resmi untuk memberikan klarifikasi, tentang dugaan kasusnya itu. “Iya laporan itu masuk pada akhir pekan kemarin. Selanjutnya, Senin besok (hari ini, red) kita akan bertindak sesuai dengan mekanisme yang ada, yakni melakukan rapat internal dengan anggota BK dan selanjutnya memanggil Fraksi Gerindra. Keberadaan UB sendiri memang sulit diendus. Dari catatan kami, UB sudah tidak masuk sejak sejak dua bulan lalu tanpa alasan yang jelas,” katanya.
Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kabupaten Serang, Muhajir menyatakan, ternyata kasus tersebut sudah sampai pula ke meja DPC. Namun begitu, pihaknya mengaku belum bisa mengambil langkah, lantaran belum menerima klarifikasi dari yang bersangkutan. “Laporan sudah kami terima, kita sekarang lagi klarifikasi. Untuk keberadaan UB memang sampai saat ini saya belum pernah bertemu lagi,” terangnya.
Dilain pihak, wartawan pun mencoba menelusuri keberadaan UB, namun tak kunjung bisa ditemukan. Nomor ponselnya dalam keadaan tidak aktif. Sementara dari informasi yang dihimpun, ternyata UB kembali mencalonkan diri dalam Pemilu Legislatif 2014 untuk DPRD Kabupaten Serang dari partai yang sama untuk Daerah Pemilihan (Dapil) III. (dwa/ enk/adh/bnn/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.