Ratusan Juta PAD Tangsel ‘Raib’

Tempat Hiburan Belum Terdata  
SERPONG,SNOL Meski usaha hiburan dan pariwisata begitu men­jamur di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), diduga ratusan usaha hiburan lain belum terdata. Alha­sil ratusan juta yang seharusnya masuk menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangsel ‘raib’.
Berdasarkan data Kantor Ke­budayaan dan Pariwisata (Bud­par) Tangsel, setidaknya ada 300 tempat hiburan yang terdata. Dari jumlah yang terdata itu, ditengarai masih ada ratusan usaha hiburan lain yang belum terdata.
“Tahun ini, kami akan melaku­kan pendataan ulang tempat hi­buran. Untuk tahun kemarin, yang sudah terdata ada 300. Kemungki­nan di tahun ini ada penambahan, kami belum melakukan pendataan ulang,” ungkap Kepala Kantor Budpar Tangsel, Yanuar, akhir pekan lalu.
Pria yang akrab disapa Awang ini menjelaskan dari 300 usaha hiburan yang baru terdata saja ber­potensi mendatangkan PAD bagi kas daerah hingga Rp 115 miliar. Tentunya jika seluruh usaha hiburan sudah terdata secara baik maka potensi itu dapat mendokrak PAD Kota Tangsel.
“Pastinya akan kami data ulang. Ini untuk memastikan usaha hiburan mana saja yang habis izinnya, atau sama sekali belum mengantongi izin. Kalau memang belum berizin, Budpar Tangsel akan merekomen­dasikan ke BP2T, untuk segera diberikan surat peringatan. Karena untuk Budpar Kota Tangsel, hanya merekomendasikan Tanda Daftar Usaha atau TDUP,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Bidang Pengawasan pada BP2T Kota Tangsel Ayep Jajat mengatakan, pi­haknya sudah menurunkan tim un­tuk mendata lokasi usaha hiburan mana saja yang izinnya habis, atau belum memiliki izin.
“Pendataan akan kami lakukan. Ini dilakukan untuk mendongkrak potensi pendapatan dan penertiban administrasi,” ungkapnya.
Diakui Ayep, lokasi hiburan semacam spa and massage, salon, karaoke dan lainnya, terkonsentrasi di tiga kecamatan yakni Serpong, Serpong Utara dan Pondok Aren. Hal ini lantaran tiga kecamatan itu dikembangkan pengembang perumahan besar, seperti BSD City, Alam Sutera dan Bintaro Jaya.
“Berapa jumlah pastinya PAD yang belum terserap, belum bisa dipastikan. Kita data ulang dulu ditahun ini,” ungkap Ayep. (pramita/hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.