Cintanya Membawa Pissamai ke Balik Penjara

Selundupkan Narkoba, Dihukum 9 Tahun dan Denda Rp 1 Miliar
TANGERANG,SNOL Cinta terkadang membawa derita. Ga­ra-gara cinta, Pissamay Chan­tanam (25), seorang perempuan warga Negara Thailand akan menghabiskan waktunya se­lama 9 tahun di balik penjara Lapas wanita Tangerang.
Pissamay, perempuan bertu­buh gempal dan berkacamata itu dijatuhi hukuman 9 tahun penjara dengan denda satu miliar subsider 2 bulan kurun­gan penjara karena membawa narkotika jenis Methapetamine (shabu) 23 November 2013 lalu. Putusan itu dijatuhi ma­jelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang, kemarin.
Hukuman untuk perempuan asal negeri Gajah Putih itu, 3 tahun lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelumnya JPU menuntutnya selama 12 tahun penjara dan denda 1 milyar subsider 4 bu­lan penjara karena telah terbukti menyelundupkan narkotika ber­jenis shabu lebih dari 5 gram. Sidang dengan agenda pu­tusan tersebut, digelar Penga­dilan Negeri (PN) Tangerang mulai pukul 15.00 WIB. Pu­tusan dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Asiadi Sem­biring. Dalam sidang, Pis­samai yang tidak bisa berba­hasa Indonesia dibantu oleh seorang penerjemah.
“Berdasarkan keterangan saksi, keterangan terdakwa dan barang bukti terdakwa terbukti bersalah. Dari pasal yang didakwakan, terdakwa terbukti secara sah melanggar pasal 113 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU No 35/2009 tentang Narkotika. Bahwasanya set­iap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memproduk­si, mengimpor, mengekspor, atau menyalurkan Narkotika Golongan I, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan pi­dana denda paling sedikit Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepu­luh miliar rupiah),” kata Asia­di dalam persidangan. Hal-hal yang memberatkan, kata hakim, adalah ditemukannya barang bukti shabu lebih dari 5 gram. Sedangkan yang me­ringankan yakni terdakwa belum pernah dihukum serta menyesali perbuatannya. Atas putusan yang dibacakan majelis hakim tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan berpikir terlebih dahulu.
Ditemui seusai persidangan, Pissamai mengungkapkan se­luruh peristiwa yang terjadi berawal dari perkenalannya dengan seorang pria bangsa Afrika di Pattaya, Thailand awal tahun 2013 lalu. Dia bertemu pria yang kemudian menjadi kekasihnya itu ketika temannya sedang merayakan ulang tahun. Keduanya kemu­dian menjalin kisah asmara.
Suatu hari di bulan Novem­ber 2013, Pissamay hendak ke Malaysia. Sang kekasih kemudian menyarankan Pis­samau mampir ke Indonesia. Pria tersebut juga menitipkan dua koper besar yang diketa­huinya berisikan pakaian.
“Dari situlah saya akhirnya ke Indonesia dan dititipkan 2 koper besar yang didalam­nya adalah baju. Saya periksa tidak ada apa-apa dan hanya ada baju. Ternyata pria terse­but menaruh narkotika di da­lam gagang koper,” ujar Pis­samai yang mengaku belum menikah dan belum memiliki anak. Dia kemudian ditang­kap oleh Petugas Bea Cukai di Terminal 2D Bandara In­ternasional Soekarno-Hatta (Soetta) pada 23 November 2013 yang lalu. Saat penang­kapan ditemukan narkotika jenis shabu seberat 300 gram yang disembunyikan di ga­gang tas koper warna hitam.
“Saya ingin warga Thailand dan Indonesia tahu cerita yang sebenarnya,”tandas Pissamay yang tetap enggan memberi­tahukan nama kekasihnya itu. (mg17/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.