Kejari Periksa Staf Kemenag

Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Hibah/Bansos Pemprov 2011
PANDEGLANG,SNOL Pemeriksaan para pihak terkait dalam kasus dugaan korupsi bantuan Hibah/Bansos Pemprov Banten tahun 2011, terus dikebut. Kali ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang memeriksa staf Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Pandeglang.
Kasi Pidsus Kejari Pandeglang Masmudi menyatakan,
pemeriksaan itu dimaksudkan untuk memverifikasi data penerima apakah penerima bansos/hibah itu terdaftar di Kemenag atau tidak. Artinya, untuk mencocokan antara data yang ada dengan daftar yang ada di Kemenag setempat.
“Pokoknya kami terus dalami kasus ini. Tahapan demi tahapan kami jalani sesuai prosedur yang berlaku. Kami akan mengumpulkan bukti sevalid mungkin,” kata Masmudi, Selasa (11/3).
Dengan adanya pemeriksaan pada Selasa (11/3), maka sekitar 16 yayasan lembaga/ instansi yang sudah dimintai keterangannya dalam kasus tersebut dengan jabatan, status, posisi serta kapasitasnya masing-masing. Saat ini, sedikitnya lima orang jaksa penyidik Kejari Pandeglang, fokus menyelesaikan penyelidikan kasus dugaan korupsi Bansos/Hibah itu.
Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Pandeglang membentuk tim jaksa khusus dalam penyelidikan kasus itu. Sebagian besar pihak yang menjalani pemeriksaan adalah yayasan keagamaan dan pendidikan yang pada tahun itu menerima dana Bansos/Hibah dengan nilai rata-rata Rp500 juta. Bahkan ada beberapa yang menerima sampai Rp1,5 miliar. Namun dalam realisasi bantuan itu, pihak penerima mengaku dananya dipotong oleh pihak tertentu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dana Bansos/Hibah Pemprov tahun 2011 mencapai Rp391,463 miliar, yaitu Rp340, 4 miliar dana hibah dan Rp51 miliar dana Bansos. Jumlah penerima mencapai ratusan yayasan, lembaga atau instansi lainnya. (mardiana/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.