Mantan Kepala DKP Diperiksa 7 Jam

PANDEGLANG, SNOL Mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pandeglang berinisial KS, menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang, Selasa (11/3). Pemeriksaan yang berlangsung selama kurang lebih 7 jam sejak pukul 10.00 WIB itu, terkait dugaan korupsi pengadaan atau bantuan kapal nelayan tahun anggaran (TA) 2011 senilai Rp1,3 miliar.
Selain memeriksa KS, Kejari juga meminta keterangan dari konsultan pengawas proyek yaitu PT Salabangka–Jakarta. Pihak perusahaan ini baru pertama kali diperiksa, sedangkan mantan Kepala DKP sudah menjalani pemeriksaan kedua.
Pantauan di lokasi, pemeriksaan terhadap keduanya dilakukan terpisah dan ditangani jaksa penyidik berbeda pula. KS diperiksa selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Sedangkan konsultan pengawas proyek diperiksa guna mengetahui sejauh mana proses pengawasan proyek yang dilakukannya.
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Pandeglang Masmudi mengatakan, penyelidikan dimulai sejak awal tahun 2014. Selain adanya laporan, Kejari juga menemukan adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan proyek yang diperuntukkan bagi nelayan
tersebut.
“Saat itu, bantuan kapal diberikan kepada kelompok nelayan di wilayah Labuan. Kami sudah lakukan investigasi dan survei lapangan. Saat ini kami dalami pemeriksaan untuk mendapatkan data serta guna mengetahui sejauh mana pelanggaran atau penyimpangan yang terjadi,” kata Masmudi, Selasa (11/3).
Sedikitnya, 20 pertanyaan seputar pengadaan bantuan kapal dilontarkan kepada mantan Kepala DKP itu. Pemeriksaan sempat ditunda ketika jam istirahat, kemudian dilanjutkan kembali setelah jam makan siang. Pihaknya belum bisa menjelaskan berapa kerugian negara yang diakibatkan dalam kasus ini, karena proses penyelidikan masih akan terus berjalan. Kapasitas KS maupun konsultan pengawas dimintai keterangan sebagai terperiksa.
“Setelah cukup barang bukti, kami akan tetapkan tersangka dalam kasus ini,” tambahnya.
Mantan Kepala DKP, KS saat ditemui wartawan, enggan memberikan komentar. “Maaf ya, maaf ya teman-teman,” katanya, sambil bergegas masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan gedung Kejari. (mardiana/made/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.