Nia Daniati Tagih Janji Farhat

JAKARTA,SNOL Sudah jatuh tertimpa tangga. Mungkin istilah itu cocok untuk menggambarkan apa yang dialami Nia Daniati.
Di tengah proses perceraian dengan Farhat Abbas, dia harus mendapati kenyataan suaminya yang diduga berselingkuh dengan sekretaris pribadinya, Regina Adriane.
Sejumlah foto kemesraan Farhat dan Regina beredar di dunia maya. Termasuk foto ciuman di dalam lift yang sempat mengejutkan banyak pihak.
”Aduh, soal foto saya nggak mau komentar, biar lah masyarakat menilai. Saya sih nggak mau komentar. Saya hanya memikirkan anak-anak dan diri sendiri saja,” ujar Nia Daniati usai sidang cerai di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Rabu (12/3).
Tak mau dipusingkan dengan foto-foto itu, penyanyi yang sempat populer di era-80 an ini hanya berharap proses perceraian keduanya itu bisa secepatnya selesai. Nia sepertinya tidak mau lagi waktunya terbuang sia-sia dengan memikirkan dugaan perselingkuhan suaminya.
”Masyarakat saya yakin sudah pintar menilai, bagaimana pun kejadiannya. Saya hanya mohon majelis hakim segera memutuskan perceraian saya,” katanya.
Hanya saja, dalam proses persidangan cerai dirinya harus bersabar. Nia yang didampingi pengacara belum menemukan titik temu dengan suaminya. Baik persoalan mediasi gugatan cerai, maupun pembagian harta gono-gini. Nah, ironisnya, dalam proses persidangan tersebut Nia dipastikan tidak mendapat haknya atas perjanjian yang telah dilakukan bersama suaminya. Yakni mendapat nafkah Rp 100 juta per bulan.
”Untuk mediasi memang belum ada kesepakatan. Tetapi kita ingin didahulukan sidang perceraiannya. Kita minta pengacara sidang perceraiannya diputuskan,” tegasnya.
”Karena kan kita sudah lama pisah, dan kalian lihat sendiri pemberitaan di televisi seperti apa. Semuanya berjalan dengan masing-masing, dan kalau ada masalah lagi, saya tidak mau menangung dosa,” tambahnya. Terkait janji Farhat yang akan memberikan Rp 100 juta per bulan diakui Nia bukan keinginannya semata.
Semuanya merupakan keinginan Farhat yang ditulis saat mengajukan cerai tujuh tahun lalu.
“Kan kita mengikuti pernyataan dia saja,  semua  dia yang mau, yang bikin juga dia, dia pun tanda tangan. Ya, harusnya komitmen dengan omongannya dan janjinya, apalagi tertulis,” tuturnya. (ash/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.