Pasien Miskin Ditolak 4 Puskesmas

Alasan Kamar Penuh
SERPONG,SNOL Malang benar nasib Simi wanita 75 tahun warga Rawa Mekar Jaya RT 02/03, Kelurahan Rawa Mekar, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel. Dengan alasan kamar penuh, dirinya yang tengah mender­ita dehidrasi akibat muntah-muntah selama beberapa hari ini ditolak puskesmas. Tidak tanggung-tanggung 4 Puskesmas yang menolaknya dengan alas an yang sama.
Menurut Sawiyah (43), anak dari Simi yang juga merupakan kader Posy­andu, awal penolakan empat Puskesmas itu dimulai ketika Sawiyah dan keluarga mem­bawa Simi ke Puskesmas Rawa Buntu. “Kemarin itu kondisi ibu sangat mengkha­watirkan, sangat ngedrop. Karena sudah muntah-muntah sejak Senin,” ujar Sawiyah, Rabu (11/3).
Namun di Puskesmas Rawa Buntu, Simi sama sekali tidak mendapat perawatan. Malah, petugas puskesmas mengatakan tidak ada kamar untuk pasien. Puskesmas Rawa Buntu pun merujuk ke Puskesmas Serpong 2.
Namun, kenyataan pahit kembali didapat. Petu­gas Puskesmas Serpong 2 mengatakan tidak ada kamar kosong bagi pasien tang­gungan Jamkesda ini. Sama seperti Puskesmas Rawa Buntu, Puskesmas Serpong 2 menyarankan agar kelu­arga membawa Simi, yang masih terbaring di angkutan umum tersebut ke Puskesmas Keranggan.
“Di Puskesmas Keranggan juga sama, katanya kamar penuh, dan kami malah di­pertanyakan kenapa mem­bawa pasien warga Serpong ke Kranggan? Empat puskes­mas kami datangi dan semua bilang penuh,” keluhnya.
Ditengah rasa putus asa, keluarga pun minta diru­juk ke RSU Koya Tangsel, namun tetap tidak ada yang bersedia. “Karena khawatir kondisi makin memburuk, kami membawa ibu ke rumah sakit swasta,” kata Sawiyah.
Disana, akhirnya perem­puan berusia 75 tahun tersebut mendapat perawatan. Namun, untungnya Simi tak harus menjalani perawatan di rumah sakit, hanya berobat jalan.
“Ibu saya sama sekali tidak diperiksa oleh pihak Puskesmas. Hanya dibiarkan di dalam angkutan umum. Padahal, kondisinya sudah sangat semaput karena de­hidrasi. Mana janji Pemkot Tangsel yang mengatakan berobat gratis cukup bawa KTP saja. Katanya enggak akan bikin sulit warga miskin seperti kami,” tanyanya,” keluh Sawiyah.
Sawiyah pun menagih janji Pemkot Tangsel yang men­gatakan berobat gratis cukup bawa KTP saja. “Mana?!
Saat dikonfirmasi Kepala Puskesmas Rawa Buntu, Endang menyangkal kalau menolak pasien tersebut . Endang menjelaskan bahwa Sumi datang ke Puskesmas sore hari, dengan kondisi muntah dan belum makan. “Kita tidak menolak, namun kondisi kamar UGD sudah terisi semua. Makanya kita memberikan surat rujukan ke Puskesmas Serpong 2,”elaknya.
Endang mengaku jika kamar tidak penuh, pihaknya pun tidak akan menolak pasien. “Saya berusaha memberikan pelayanan, warga Tangsel yang tinggal dimana pun. Jika memang ada kamar, maka pasti kita layanin dengan baik, saya menyayangkan saja men­dengar pernyataan keluarga pasien, kalau ditolak karena bukan domisili,”ungkapnya. (pramita/hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.