UB Tak Dicoret Dari Pencalegan

SERANG,SNOL Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Serang menyatakan oknum anggota DPRD Kabupaten Serang berinisial UB yang diduga terlibat kasus penggelapan mobil tidak akan dicoret dari pencalonannya sebagai Caleg DPRD Kabupaten Serang periode 2014-2015. Pencoretan Caleg bermasalah hanya bisa dilakukan jika yang bersangkutan telah diproses secara hukum dan telah divonis bersalah oleh pengadilan.
Ketua KPU Kabupaten Serang, Ahmad Lutfi Nuriman mengatakan, meski banyak pemberitaan mengenai UB yang kini kembali menjadi Caleg DPRD Kabupaten Serang dari Partai Gerindra untuk Daerah Pemilihan (Dapil) III terkait masalah penggelapan mobil, namun KPU tidak akan melakukan pencoretan kepadanya.
“Itu baru pemberitaan, tapi kan tidak diproses hokum. Ya tentu kami tidak bisa melakukan pencoretan,” ujar Lutfi, akhir pekan kemarin. Lutfi menjelaskan, pencoretan dalam pencalegan hanya bisa dilakukan jika yang bersangkutan meninggal dunia atau telah mendapat vonis bersalah dari pengadilan. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 07 Tahun 2013 tentang Pencalonan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.
“Sama halnya dengan UB, kalau memang UB sudah diproses hukum dan sudah divonis bersalah oleh pengadilan, tentu akan kami tindaklanjuti dengan pencoretan namanya dari pencalonan,” tegasnya.
Adik kandung Bupati Serang Ahmad Taufik Nuriman tersebut menuturkan, meski begitu pencoretan tidak hanya berlaku sebelum pencoblosan saja. Namun bisa dilakukan setelah pencoblosan bahkan setelah pelantikan jika yang bersangkutan terpilih kembali menjadi wakil rakyat.
“Kalau di proses hukumnya setelah pencoblosan juga bisa kami diskualifikasi, walaupun yang bersangkutan sudah dilantik menjadi anggota dewan. Kalau divonis bersalah maka akan langsung kami gugurkan, oleh karena itu kita lihat saja perkembangannya,” ungkapnya.
Pada bagian lain, salah satu korban UB asal Kabupaten Lebak, Rohendi menyatakan, dugaan penggelapan mobil yang dilakukan UB terus menguat seiring dengan telah ditemukannya tiga dari enam mobil rentalnya yang disewa UB. Dari keterangan orang-orang yang memegang mobil milik Rohendi, terkuak jika mobil tersebut digadaikan UB dengan nilai transaksi sekitar Rp16- 36 juta.
“Tiga mobil sudah ketemu di daerah Pamarayan dan Kragilan. Saat ditemukan, unit dalam status digadaikan UB dengan nilai antara Rp16-36 juta. Meski demikian saya belum laporkan UB ke pihak berwajib dan masih menunggu itikad baiknya,” tuturnya. (dwa/rif/gatot/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.