Kapolda Baru Mau Jadikan Jakarta “Neraka” Bagi Penjahat

JAKARTA,SNOL Kapolda Metro Jaya yang baru dilantik, Irjen Dwi Prayitno, menegaskan perang melawan kejahatan yang mewabah di DKI Jakarta dan sekitarnya.
Bahkan, ia berencana membuat Jakarta jadi “neraka” bagi para penjahat. “Kami optimis kejahatan berkurang di Jakarta, lawan kejahatan,” kata mantan Kapolda Jawa Tengah itu kepada wartawan, Selasa (18/3).
Dwi yang baru dilantik pagi tadi oleh Kapolri Jenderal Sutarman itu menjelaskan, dia akan menyebarkan anggotanya di beberapa titik yang dianggap rawan kejahatan. Diakuinya, Jakarta mengandung beberapa kasus kejahatan yang konvensional.
“Ketika menjabat Kapolda Jawa Tengah bisa menekan angka kejahatan turun 12 persen. Kemungkinan di sini bisa tiga kali lipat kejahatannya. Tapi insya Allah dibantu, semua tugas-tugas di Polda akan dijalankan dengan baik,” terangnya.
Dia mengaku belum punya rencana mengubah strategi yang diterapkan Kapolda lama. Sebab, strategi tersebut merupakan hasil diskusi. Jadi, untuk mengubahnya diperlukan kajian bersama seluruh jajaran.
“Kami tidak bisa langsung mengubah. Kalau itu efektif kita laksanakan, jadi tidak bisa diubah begitu saja,” tegasnya.
Dwi Priyatno mengaku terkejut begitu mengetahui angka kejahatan yang terjadi di Jakarta. Angka kejahatannya tiga kali lebih besar dibandingkan Jawa Tengah, tempat dia bertugas dahulu. Angka kejahatan di Jakarta pada 2013 lalu sebesar 51.444 kasus.
“Ya, jika dibanding dengan Jawa Tengah, Jakarta kejahatannya ada tiga kali lebih besar.  Di Jateng kami bisa menekan 12 persen dari 19 ribu kasus,”  kata Irjen Dwi.
Dwi optimis di kepemimpinannya bisa menekan angka kejahatan yang terjadi di Jakarta. Tapi, semuanya juga dapat dilakukan dengan bantuan warga Jakarta.
“Memang  kejatahan di Jakarta berbeda dengan karakter di Jateng, maka penanganannya perlu adanya kearifan lokal juga yang bisa difahami sehigga bisa menekan angka kejahatan di Jakarta,” terangnya.
Dia menambahkan, guna menekan angka kejahatan sejumlah cara akan diterapkan olehnya. Salah satunya, melanjutkan upaya yang telah  dilakukan Kapolda lama, Irjen Pol Putut Ekobayuseno, yakni dengan pendekatan preventif dan pre-emtif dengan mengoptimalkan Banbinkamtibmas kepada masyarakat sekitar.
“Kejahatanan kan bisa diditeksi secara dini,” imbuhnya.
Terutama, katanya, akan fokus pada kejahatan konvesional seperti curas, curat dan tawuran antarwarga dan sekolah serta aksi premanisme yang dapat meresahkan masyarakat secara langsung.(wid/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.