Lokasi Spa Diduga Jual Miras

PINANG,SNOL Kurangnya pengawasan pada tempat-tempat hiburan seperti spa dan sauna dari Pemkot Tangerang, membuat sejumlah tempat usaha tersebut leluasa melanggar aturan yang ada.
Hasil penulusuran Satelit News, di salah satu lokasi spa dan sauna dengan inisial “O” di kawasan ruko Dimension Alam Sutera, Kecamatan Pinang didapati, selain sebagai usaha, sauna itu juga menyiapkan minuman beralkohol yang notabene dilarang beredar di Kota Tangerang.
Bukan itu saja, kamar spa maupun sauna yang mereka operasikan pintunya menggunakan kayu permanen, bukan menggunakan tirai atau hordeng yang sudah menjadi aturan. Bahkan tidak segan-segan para karyawan tempat itu menawarkan minuman, termasuk minuman beralkohol. “Mau minum enggak mas?” tanya salah seorang pelayan menawarkan ketika koran ini coba menelisik ke dalam ruangan, Minggu (16/3) siang. Didorong rasa penasaran wartawan mencoba mengorek keterangan terkait jenis minuman yang dijual. “Komplit ada orange jus, bir putih, bir hitam juga ada,” ujarnya kala itu.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) Kota Tangerang, Irman Pujahendra ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan melakukan penelusuran lebih mendalam terkait dugaan tersebut. “Jika nanti ditemukan bahwa pengelola spa dan sauna itu tidak memiliki izin, atau melanggar Perda 7/2005 terkait Larangan Penyediaan Miras. Maka kami akan berikan surat rekomendasi kepada Satpol PP Kota Tangerang untuk segera menutupnya,” ujar Irman Pujahendra.
Dijelaskan Irman, sesuai aturan juga tempat pijat, spa dan sauna tidak boleh menggunakan pintu permanen tapi dengan menggunakan tirai. Untuk itu, pihaknya telah menerjunkan petugas untuk mendata tempat-tempat panti pijat, spa maupun sauna. “Jika mereka tidak memiliki izin operasional, kami akan menganjurkan untuk mengurus ke Badan Perizinan Terpadu Kota Tangerang. Tapi setelah diminta mengurus izin tidak dihiraukan, maka pihak Satpol PP untuk segera menutupnya sebagai penegak peraturan,” ucap mantan Kasatpol PP ini.
Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Tangerang, Karsidi ketika dimintai komentarnya terkait perizinan spa dan sauna tersebut mengungkapkan, dirinya belum bisa memberikan komentar banyak terkait dugaan hal tersebut dan akan mengecek terlebih dahulu. “Saya akan cek dulu, apakah lokasi izin dari tempat tersebut masuk wilayah Kota Tangerang atau Tangsel. Jika tempat spa dan sauna ini masuk wilayah Kota Tangerang serta belum memiliki izin operasional, maka tugas Satpol PP untuk menutupnya,” ucapnya. (jojo/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.