Bawaslu Tangani Dugaan Pelanggaran Pemilu Dua Menteri

JAKARTA,SNOL Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan dugaan kampanye terselubung dilakukan oleh dua orang menteri yang juga berstatus kader partai politik peserta pemilu.
Dua menteri itu adalah Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Sharif Cicip Sutarjo, dan Menteri Agama, Suryadharma Ali, yang menjabat Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
“Ya, ada beberapa indikasi pelanggaran, kami masih menerima dan mengkaji. Pak Cicip itu ada laporannya, Pak Suryadharma Ali juga sudah ada laporannya dari Malang, Jawa Timur. Indikasi kampanye terselubung,” kata Ketua Bawaslu, Muhammad, kepada wartawan di Media Centre Bawaslu, Jakarta, Rabu (19/3).
Tapi, Muhammad masih berkilah soal bentuk pelanggaran apa yang dilakukan kedua menteri tersebut. Menurutnya, saat ini Bawaslu di daerah masih mengkaji dan memverifikasi pelanggaran yang dilakukan.
Muhammad menegaskan pejabat negara yang terlibat dalam kegiatan kampanye dilarang untuk memanfaatkan kewenangannya untuk partai. Pejabat negara yang terbukti menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye akan segera ditindaklanjut Bawaslu.
Sebelumnya, Bawaslu Provinsi Jawa Tengah dan Panwaslu Kabupaten Demak mendalami dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan Sharif Cicip Sutarjo. Dia diduga melakukan aktivitas kampanye tanpa izin cuti dan pemanfaatan fasilitas negara. Sharif malah tidak terdaftar sebagai juru kampanye Partai Golkar di Demak melainkan di Kota Semarang.
Sesuai UU Pemilu dan Peraturan KPU nomor 15 tahun 2013, pejabat negara yang terlibat dalam aktivitas kampanye harus mengajukan izin cuti kepada atasannya. Mereka juga dilarang menggunakan fasilitas negara dalam bentuk apapun. Satu-satunya atribut yang melekat yang bisa digunakan saat kampanye hanya pengamanan.(san/ald/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.