Bung Karno dan Pak Harto Pernah ke Gunung Padang

CIANJUR,SNOL Presiden Sukarno pernah mengunjungi situs megalitikum Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat. Ketika tiba di kawasan Gunung Padang, Bung Karno memerintahkan ajudan melepas bendera merah putih yang ada di mobil kepresidenan dan menyerahkannya kepada polisi di tempat itu.
Informasi ini disampaikan JAJ Bolang ajudan pertama Bung Karno dan disampaikan kembali oleh Staf Khusus Presiden Andi Arief.
“Tujuannya (melepas bendera merah putih dari mobil kepresidenan) sebagai pertanda bahwa Presiden Sukarno masih dilingkungan tersebut. Jika kunjungan selesai bendera diambil kembali pertanda Sukarno sudah keluar dari daerah tersebut,” ujar Andi Arief dalam keterangan yang diterima redaksi.
“Selama berada disana ajudan diminta membeli makanan dari penduduk,” kata Andi Arief lagi.
Putri Bung Karno, Megawati Soekarnoputri, juga disebutkan pernah berkunjung ke Gunung Padang sebelum menjadi presiden menggantikan Abdurrahman Wahid. Tidak diperoleh informasi lain yang lebih detil mengenai apa yang dilakukan Bung Karno dan Mbak Mega ketika mengujungi Gunung Padang.
“Kehadiran Mas Guruh Soekarnoputra di acara ekspose ilmiah Gunung Padang di LIPI Bandung, pekan lalu, mengingatkan pada bagaimana Bung Karno memandang penting tempat itu,” ujar Andi Arief yang menginisiasi Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM).
Dari sebuah penelitian mengenai potensi kebencanaan di kawasan itu, TTRM menemukan fenomena anomali geologi di bawah permukaan Gunung Padang. Dari serangkaian penelitian yang dilakukan diduga ada bangunan buatan manusia berusia sangat tua yang tertimbun di bawahnya.
Jurupelihara Gunung Padang, Pak Asep, juga mendapatkan cerita tentang kunjungan Bung Karno dari ayahnya, almarhum Pak Cece. Adalah Pak Cece yang kerap mendampingi Bung Karno ketika mengunjungi Gunung Padang.
Presiden Soeharto pun pernah mengunjungi Gunung Padang. Menurut Pak Asep ia menyaksikan ayahnya berbicara dengan Pak Harto ketika mengunjungi Gunung Padang.
Dari cerita ayahnya, Pak Asep mengetahui masih banyak lagi tokoh nasional dan pemimpin militer yang berkunjung ke tempat itu. Tidak terkecuali SM Kartosuwiryo.
“Gunung Padang adalah simbol persatuan kita. Harus dipertahankan untuk persatuan,” ujar Pak Asep seperti ditirukan Andi Arief.
Akhir bulan Februari lalu Presiden SBY berkunjung ke Gunung Padang untuk melihata dari dekat hasil penelitian yang dilakukan TTRM. Di atas Mahkota Dunia, salah satu bagian utama dari situs itu, SBY memberikan arahan agar penelitian dilanjutkan di bawah payung hukum putusan presiden.
“Gunung Padang adalah tempat kita belajar karakter bangsa yang sesungguhnya. Semua agama, berbagai etnis dan suku memandang penting dan membaur bersatu di gunung. Bhinneka Tunggal Ika ada disana,” demikian Andi Arief. (dem/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.