Jalan Berlubang Penuh Keluhan

 Jalan Provinsi Sebabkan Kemacetan hingga Kecelakaan
TANGERANG,SNOL Berdebu di saat kemarau namun berlubang, becek dan penuh lumpur di musim hujan. Kon­disi tersebut bisa ditemukan di sebagian ruas jalan provinsi Banten yang kini menuai ke­luhan.
Jalan provinsi Banten kini tengah jadi sorotan. Para peng­guna jalan maupun pemerintah daerah di berbagai wilayah di Banten mengeluhkan kondisi jalan provinsi yang sebagian diantaranya rusak berat.
Di Kabupaten Tangerang, ada dua ruas jalan provinsi Banten yang terus menjadi sorotan yakni jalan raya Se­rang dan jalan raya Legok-Pagedangan. Di jalan raya
Serang, kerusakan terjadi nyaris di setiap kecamatan yang dilintasi seperti Jayan­ti, Balaraja hingga Cikupa. Jalanan bergelombang dan berlubang besar membuat perjalanan di jalan raya Se­rang tak bisa berjalan lancar. Para pengendara, terutama kendaraan roda dua, harus ek­stra hati-hati jika ingin terjer­embab di dalam jalan penuh lubang dan rusak. Kerusakan di wilayah ini juga menimbul­kan kemacetan setiap harinya. Kondisi serupa terjadi di jalan raya Legok – Pagedangan.
Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar menyatakan, pihaknya telah menerima kelu­han dari warga terkait kondisi jalan provinsi Banten. Dia me­nyatakan, Pemkab Tangerang telah menyurati Pemprov Ban­ten untuk segera memperbaiki kerusakan tersebut. Khusus untuk jalan raya Legok-Page­dangan, Zaki bahkan mem­inta Pemprov Banten meny­erahkan jalan tersebut kepada Pemkab Tangerang. Soalnya, kerusakan di jalan raya Legok-Pagedangan tak pernah selesai diperbaiki sehingga menyeng­sarakan warganya.
“Kami sudah mengusulkan agar jalan Raya Legok – Page­dangan diserahkan ke Kabupat­en Tangerang. Kami juga sudah meminta agar jalan raya Serang segera diperbaiki,”ujar Zaki.
Selain wilayah Tangerang, kerusakan jalan juga dirasakan warga Pandeglang dan Leb­ak. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pandeglang melalui bidang Bina Marga telah mengusulkan perbaikan tiga ruas jalan Provinsi Ban­ten di wilayahnya. Ketiga ruas jalan yang butuh polesan itu antara lain Picung – Munjul sekitar 18 Km yang rusak aki­bat longsor pertengahan tahun 2013 lalu, Munjul – Angsana sekitar 6 Km dan jalur Saketi sekitar 5 Km.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPU Kabupaten Pandeglang Rahmat Jultika menyatakan, panjang ruas jalan Provinsi di wilayah Pan­deglang sekitar 150 Km, yang kondisinya variatif. Artinya, sebagian rusak dan sebagian lagi dalam kondisi bagus.
“Kami hanya bisa mengusul­kan, keputusan sepenuhnya ada di DPU Provinsi Banten,” kata Rahmat, belum lama ini. Di Ka­bupaten Lebak, kerusakan jalan telah menyebabkan kecelakaan lalu lintas dengan korban tewas satu orang dan seorang lagi luka berat. Satuan Lalu – Lintas (Sat­lantas) Polres Lebak mencatat kecelakaan tersebut terjadi se­lama tahun 2014.
“Kasus yang pertama terjadi di Jalan Raya Rangkasbitung – Cikande tepatnya di Kam­pung Ketug, Desa Citeras, Ke­camatan Rangkasbitung, pada 8 Januari 2014 lalu yang me­nyebabkan satu korban tewas. Sementara dua pengendara motor mengalami luka berat akibat menghindari jalan ber­lubang di jalur Jalan Raya Ma­lingping – Banjarsari, tepatnya di Kampung Sasana, Desa Bojong Juruk, Kecamatan Banjarsari yang terjadi pada 4 Januari 2014 lalu,” kata Bam­in (bagian administrasi) Laka­lantas Satlantas Polres Lebak, Brigpol Cecep Sumanteri di ruang kerjanya, Selasa (18/3). Sementara di tahun 2013 si­lam, kecelakaan akibat jalan rusak mencapai 20 kasus.
“Empat orang tewas dalam musibah tersebut, sembilan orang luka berat dan tujuh orang luka ringan. Mayoritas memang berada di wilayah jalan Provinsi Banten yang rusak,” ujarnya.
Berdasar data yang dihim­pun, kerusakan jalan di wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan mencapai 18,93 kilo­meter dengan kategori rusak berat dan 32,26 kilometer den­gan kondisi rusak sedang. Un­tuk jalan dengan kondisi baik mencapai 165, 49 kilometer. Total jalan provinsi Banten di tiga wilayah ini mencapai 216,62 kilometer.
Sementara di wilayah Ka­bupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon, 79 kilo­meter masuk kategori rusak berat dan 83,55 kilometer ru­sak sedang. Sedangkan kon­disi jalan yang baik sepanjang 110,37 kilometer. Di Pandeg­lang-Lebak, dari total panjang jalan 312,17 kilometer, sepa­njang 101,58 kilometer dalam kondisi rusak, 76,97 kilome­ter kondisi sedang dan 133,62 kilometer kondisi baik.
Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Provinsi Banten, Sutadi men­gatakan, Pemprov Banten mengandalkan sistem penda­naan multiyears atau bertahap untuk menyelesaikan perbai­kan jalan. Di tahun ini, DB­MTR Banten memiliki ang­garan sebesar Rp592,8 miliar untuk pembangunan, pemeli­haran jalan dan jembatan.
“Alokasi anggaran perbai­kan jalan sangat minim. Dana itu tidak akan cukup untuk perbaikan jalan rusak secara keseluruhan,” katanya. (mg11/ahmadi/mardiana/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.