65 Hektar Sawah Diserang Hama Wereng Cokelat

LEBAK, SNOL Dari 47.760,20 hektar luas lahan pertanian di wilayah Kabupaten Lebak, sekitar 65 hektar diantaranya saat ini diserang hama wereng cokelat. Faktor penyebabnya lantaran kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Mayoritas lahan sawah yang diserang hama wereng coklat terjadi pada sawah tadah hujan dan hampir terjadi di 28 keca­matan se-Kabupaten Lebak. Wereng cokelat biasanya me­nyebar ketika kelembaban udara tinggi akibat sering terjadi hujan di malam hari,” kata Kasi Per­lindungan Tanaman (Perlintan) Dinas Pertanian (Distan) Kabu­paten Lebak, Rieyan Dermawan, di ruang kerjanya, Kamis (20/3).
Ciri-ciri padi yang terserang hama wereng cokelat batang padi cepat membusuk dan ber­warna kecokelatan. Jika tanaman padi tersebut sedang berbuah, maka buahnya kosong. “Biasanya sih hama ini mengisap saripati makanan yang ada di tanaman padi tersebut,” papar Rieyan.
Untuk memberantas hama wereng cokelat tersebut Distan Lebak sudah memberikan bantu­an pestisida kepada para petani. “65 hektar 1ahan sawah yang terserang hama tersebut terbilang masih ringan, karena dari satu hektar sawah, tanaman padi yang terserang baru 50 meter. Namun kita juga tidak tinggal diam, kita juga berkoordinasi dengan POPT (pengamat organisme penggang­gu tumbuhan-red) Distanak (Di­nas Pertanian dan Perikanan-red) Provinsi Banten yang jumlahnya 25 orang terutama yang bertugas di wilayah Kabupaten Lebak,” ujar Rieyan.
Soal antisipasi hama tersebut menyerang tanaman padi lain, Rieyan mengaku telah mengim­bau para petani untuk menjaga sanitasi lingkungan pesawahan­nya masing-masing. “Kita juga sarankan para petani setelah panen bisa melakukan pergiliran tanaman, salah satunya dengan tanaman palawija. Kita juga mendirikan lima sekolah lapang pengendalian hama terpadu, secara alami di lima kecamatan yakni Cirinten, Gunungkencana, Cileles, Cikulur dan Cipanas,” ujarnya, seraya menyatakan sawah tadah hujan di Lebak berjumlah 25.270 hektar, sawah irigasi sederhana sebanyak 15.040,75 hektar, sawah Irigasi setengah teknis sebanyak 2.846,85 hektar dan sawah irigasi teknis sebanyak 4.585,60 hektar.
Didi Aripudin, salah satu anggota POPT Kecamatan Warunggunung menyatakan, puluhan hektar sawah yang terserang hama wereng cokelat tersebut populasinya baru 5 ekor perumpun. “Memang masih tahap ringan belum mencapai AE (ambang ekonomi-red). Kalau dikatakan parah jika 1 ekor hama wereng ada dalam satu tunas padi. Tapi memang jangan dianggap sepele karena wereng cokelat bisa bermigrasi 30 kilometer dalam satu malam,” tukasnya.
Antisipasi pemberantasan hama yang dilakukan POPT bertahap yakni secara fisik, mekanik, biologi, kultur teknik (jaringan) dan pemberian pesti­sida. “Pemberian pestisida me­mang jalan terakhir,” jelas Didi.
Suharta (42), salah satu petani di Kampung Blok Pasir Tundun, Desa / Kecamatan Warunggu­nung, mengakui saat ini la­han sawah yang terkena hama wereng cokelat ada sekitar 15 hektar. “Tentu dampak lang­sung yang kami rasakan adalah produksi padi kami turun,” paparnya. (ahmadi/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.