Keringat Camat Mengalir, Sepatu Belepotan

Saat Blusukan Mencari Rumah Ambruk Milik Pasutri Lansia
CIKUPA,SNOL Munculnya berita di Satelit News, soal Pasangan Suami Istri (Pasutri) yang tinggal di gubuk ambruk di Kampung Tari Kolot 11/02, Desa Sukanegara, rupanya membuat Hendar Herawan, Camat Cikupa, geregetan. Orang nomor satu di wilayah itupun langsung terjun ke lokasi untuk mengecek kebenarannya.
Untuk bisa sampai ke rumah Pasutri Masduki (85) dan Syailem (75), Camat Hendar harus berjuang keras melewati berbagai rintangan. Mulai dari jalan setapak yang becek, kubangan air got yang menggenangi jalan setapak, air comberan yang berbau, licin serta lengketnya tanah. Tak heran jika setelah sampai di rumah pasangan lanjut usia tersebut, sepatu yang dikenakan Camat tampak kotor.
Langkah sedemikian apik tetap membuat kilau sepatu dinas yang dipakainya menjadi belepotan akibat menginjak tanah liat dan air comberan. Belum lagi cuaca yang demikian panas, membuat keringat di wajah dan baju dinasnya nampak bercucuran. “Untuk sampai dirumahnya juga ternyata butuh perjuangan seperti ini. Benar-benar parah,” keluh Hendar.
Setelah sampai, Hendar tampak serius memperhatikan kondisi serta kelayakan rumah wanita yang akrab disapa Mak Ilem itu. Kemudian dia memeriksa sekeliling rumah itu, sambil sesekali mengelap keringat di wajahnya. “Rumah ini memang benar tidak layak ditempati, bangunan yang tersisa juga sudah hampir roboh. Kondisi lingkungannya pun jauh dari kata sehat,” ungkap Hendar Herawan.
Dia mengakui bahwa di semua desa, memang masih ada rumah yang tidak layak huni. Hal tersebut selalu dilaporkan serta diperjuangkan dalam Musrembang tingkat kecamatan.
Jika diperjuangkan dalam anggaran Musrembang tahun 2014, tentunya baru akan mendapatkan anggarannya di tahun 2015. Namun untuk kasus yang satu ini, Hendar berjanji akan membantu karena kondisi bangunan rumah ini sebagian sudah ambruk dan hampir roboh.
Anggaran untuk memperbaiki rumah pasangan Lansia ini tidak bisa segera dilaksanakan jika mengandalkan Musrembang. Jadi, dia akan berkoordinasi dengan para wirausahawan atau pengusaha dermawan yang berada di Kecamatan Cikupa. “Kami akan mengupayakan perbaikan rumah dengan cara non-anggaran dan bekerjasama dengan para pengusaha,” jelasnya.
Cara itu merupakan solusi terbaik untuk mensegerakan bedah rumah. Pihaknya menerima bantuannya bukan dalam bentuk dana, tetapi berupa material barang atau bahan siap pakai. Cara itu menurut dia sangat tepat, bukan hanya perbaikan rumah tidak layak huni. Dalam banyak kegiatan yang berbau sosial, dia selalu berkoordinasi dengan para dermawan untuk menjalankan program sosial yang sifatnya darurat.
“Emak berharap supaya bedah rumahnya bisa cepet dilakuin, supaya emak sama abah tidak lagi takut kalau hujan dan angin datang,” ungkap Mak Ilem, sapaan Syailem.
Pasangan lansia, Masduki dan Syailem sangat berharap perbaikan rumahnya bisa segera dilaksanakan. Rumah mereka ambruk akibat terpaan angin dan rapuhnya tembok yang sering tergenangi air. Pasutri ini harus bertahan di bagian depan rumahnya yang masih bisa terpakai. Hal itu terpaksa dilakukan karena tidak ada lagi tempat tinggal. Kini dengan datangnya camat ke rumahnya, mereka merasakan kebahagiaan tersendiri. Sudah hampir genap satu tahun, mereka tidak mendapatkan perhatian sama sekali. Pasangan ini pernah mengadukan sulitnya hidup mereka ke Rt, Rw dan lurah setempat namun tidak ada yang mau meninjau langsung ke rumahnya seperti yang dilakukan Camat Cikupa hari Kamis (20/3).(mg-19/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.