Pinjam Uang dan Emas, UB Gadaikan Mobil Rental

SERANG,SNOL Oknum anggota DPRD Kabupaten Serang berinisial UB, pelaku penggelapan puluhan mobil rental hingga kini belum diketahui keberadaannya. Ironisnya, jumlah korban terus bertambah.
Kali ini giliran Rian (33), warga Kampung Kadaung Desa Mekar Sari Kecamatan Rangkas Bitung Kabupaten Lebak, yang mengaku jadi salah satu korban UB. Pihaknya mengadukan penipuan tersebut kepada Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Serang.
“Saya juga jadi korban pak. Ini ada bukti perjanjian diatas materai. “Kalau ada permasalahan kemudian hari silahkan laporkan saya kepada kepolisian,” ujar Rian kepada Satelit News, menirukan isi perjanjian berikut kwitansi dan foto copy STNK mobil jenis Xenia bernopol F 1556 CF, Kamis (20/3).
Rian menceritakan, awalnya UB mendatangi kediamannya pada 28 Agustus 2013 lalu. Pelaku diantar temannya. Tujuan Pelaku yakni untuk meminjam dana namun bukan berupa uang. UB meminjam berupa benda emas berat 48,5 gram jika dihitung dalam bentuk uang senilai Rp10 juta.
“Pinjamnya emas 48,5 gram kalau uang Rp10 juta, berikut pinjam uang untuk perbaikan mobil senilai Rp3 juta. Jadi totalnya Rp13 juta yang dipinjam UB, dengan jaminan mobil itu. Tapi perjanjiannya atas nama orangtua saya,” katanya.
Rian mengaku awalnya tidak menaruh curiga sedikitpun karena selain pelaku merupakan calon legistif asal Partai Gerindra, yang bersangkutan juga masih aktif sebagai anggota DPRD Kabupaten Serang. “Ngomongnya pinjem dana buat modal kampanye,” tuturnya.
Namun setelah diminta kepastian kapan akan menebus mobil tersebut, UB selalu menjanjikan nanti, lantaran masih sibuk kampanye. Pada Sabtu (15/3) lalu, ada petugas kepolisian mendatangi rumahnya untuk menarik mobil tersebut karean merupakan mobil rentalan.
“Saya kaget malem-malem ada polisi datang mau ngambil mobil yang digadaikan UB kepada saya. Akhirnya saya kasih dan meminta bukti penarikan mobilnya. Namun hingga saat ini UB sudah sulit dihubungi,” keluhnya.
Ditemani kerabatnya, Rian mendatangi DPRD Kabupaten Serang untuk mengadukan perlakukan UB. Namun pihaknya mengaku kecewa lantaran pihak BK DPRD sedang tidak berada di tempat.
“Saya bingung mau ngadu kesiapa. Katanya sih ke BK, tapi orang BK nya juga engga ada. Kata anggota dewan lain yang saya temui sih besok abis Sholat Jum’at suruh ketemu bagian BK,” ungkapnya.
Dihubungi terpisah, Ketua BK DPRD Kabupaten Serang, Muchsinin mengaku sudah pulang dan berada di rumah. Pihaknya mengaku Jum’at (21/3) ini korban UB sudah dijanjikan untuk menemuinya. “Sudah saya kasih tahu Jum’at ketemu saya. Karena saat ini saya sudah di rumah ada urusan,” ujar Muchsinin.
Pimpinan DPRD Masih Gantung Nasib UB
Pimpinan DPRD hingga saat ini belum menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) sebagai tindaklanjut rekomendasi pemecatan dari Badan Kehormatan (BK), dan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) UB yang dilayangkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kabupaten Serang sekitar seminggu yang lalu.
Diketahui, akhir pekan lalu Ketua DPRD Kabupaten Serang, Fahmi Hakim mengatakan, dirinya bersama tiga pimpinan DPRD telah merencanakan menggelar Rapim terkait pembahasan rekomendasi pemecatan dari BK dan PAW UB, pada Senin (17/3) lalu.
“Senin besok kita rencanakan akan menggelar Rapim, nanti disitu kita bahas rekomendasi yang dilayangkan oleh BK tentang pemecatan Pak UB,” ujar Fahmi melalui pesan singat, Kamis (13/3) lalu. (arif/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.