Ahmad Dipecat Gara-gara Izin Salat Jumat

CILEGON,SNOL Ahmad Rosyidin (30), sopir PT Fajar Perkasa Banten (FPB) yang merupakan sub kontraktor PT Krakatau Posco Maintenance Service (KPMS) Cilegon berang setelah dipecat dari pekerjaannya.
Dia dipecat setelah bersitegang karena meminta izin salat Jumat kepada bosnya, Kim Yong Ha, seorang warga Korea Selatan.
Ditemui di ruang konferensi pers Pemkot Cilegon, kemarin, Ahmad mengatakan dia mengajukan izin salat Jumat kepada Kim Yong Ha, seorang supervisor di PT KPMS pada Jumat (21/3) lalu.
Ahmad sehari-hari bekerja sebagai sopir Kim Yong Ha. Dia meminta izin karena sudah dua kali berturut-turut tidak menjalankan salat wajib bagi pria muslim itu. Kepada Kim Yong Ha, Ahmad menjelaskan alasannya harus mengajukan izin sholat wajib seminggu sekali itu.
“Saya sudah memohon kepada orang Korea itu untuk bisa salat Jum’at secara baik- baik. Saya izin karena sudah dua kali tak melaksanakannya. Saya sempat memprotes kenapa tak diperbolehkan Salat Jumat. Saya umat muslim. Kalau tidak Salat Jumat tiga kali berturut turut maka berdosa,” ungkap warga Cibeber Kota Cilegon tersebut.
Saat mengajukan izin, Ahmad mengakui sempat bersitegang dengan atasannya itu. Kemudian di sore harinya, dia ditelpon salah seorang manajer PT FPB yang mengabarkan pemecatan dirinya.
Sesaat setelah dipecat, Ahmad langsung berkoordinasi dengan HRD PT KPMS yaitu Didi. Kepada Ahmad, Didi menyarankan untuk meminta maaf kepada Kim Yong Ha agar tak jadi dipecat. Namun Ahmad tidak menuruti saran tersebut.
Hingga kemarin, Ahmad mengaku belum mendapatkan haknya sebagai pekerja. Perusahaan tempatnya bekerja belum membayar gaji dan uang lemburan yang merupakan haknya. Untuk itu, Ahmad akan mengadu ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon.
Di lain pihak, saat dikonfirmasi melalui telpon genggan, Direktur PT Fajar Pratama Banten Atung Suardi membenarkan pihaknya telah memecat Ahmad.
“Pemecatan tersebut karena bos Korea tidak mau lagi memakai tenaga Rosid, dengan alasan saat terjadi percekcokan, Rosid sempat mengancam. Saya juga tidak bisa apa-apa kalau begini. Tapi kalo gaji, itu hak Rosid yang harus saya berikan,” kata Atung. (mg13/gatot/satelitnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.