Delapan Jam Pasien di UGD

TANGERANG, SNOL Pelayanan RSUD Kota Tangerang mulai mendapat keluhan. Salah seorang pasien suspect DBD atas nama Olman Simanjuntak di (32) merasa ditelantarkan selama 8 jam di Unit Gawat Darurat (UGD).
Kamsir (36) kakak Olman menuturkan, adiknya masuk ke RSUD Kota Tangerang sejak pukul 14.00 WIB, pada Senin (24/3), setelah dirujuk dari Puskesmas Babakan.
Setibanya di RSUD, pasien dirawat di UGD sambil menunggu kejelasan terkait ruang kamar. Namun, hingga pukul 20.00 WIB, pasien tak kunjung dipindah ke ruang rawat inap, dengan alasan kamarnya penuh.
“Diagnosa awalnya DBD, lalu diinfus dan dikasih obat seadanya, tapi disuruh di UGD dulu katanya belum ada kamar, sampai jam 8 malam saya tibatiba disuruh nyari kamar di rumah sakit lain dengan alasan kamar di RS ini penuh,” ungkapnya, Selasa (25/3).
Kamsir menyayangkan lambatnya pemberitahuan yang dilakukan RSUD untuk mencari RS lain. Padahal ia membawa sang adik ke RSUD Kota Tangerang dengan harapan bisa mendapatkan pengobatan gratis lewat layanan Multiguna, karena ia termasuk warga miskin Kota Tangerang.
“Kalau memang enggak ada kamar, harusnya bilang dari siang,” tuturnya.
Terpisah, Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang, dr. Ati Pamudji membantah pihaknya telah menelantarkan pasien Multiguna yang berobat.
Menurut Ati, pihak rumah sakit telah melakukan pelayanan sesuai standar operasional prosedur (SOP), karena pasien begitu datang pada Senin (24/3) pukul 14.00 WIB siang telah mendapatkan pelayanan kesehatan di Unit Gawat Darurat (UGD).
“Tidak benar jika kami telah menelantarkan pasien Multiguna. Saat itu, kondisi kamar rawat inap telah penuh dan pasien disarankan untuk dirujuk ke RS yang melayani Multiguna, tapi pihak keluarga dan RSUD Kota Tangerang belum mendapatkannya,” ujar dr. Ati kepada Satelit News, semalam.
Dijelaskan Ati, meskipun pasien dirawat di UGD tapi mereka seperti pasien pada umumnya yakni mendapatkan perawatan dan makan pun pasien dapat dari rumah sakit. (jojo/made/satelitnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.