Suara Anda Sah? Pastikan 15 Syarat Ini

JAKARTA,SNOL KPU menetapkan 15 syarat cara pencoblosan surat suara yang dianggap sah untuk pemilihan legislatif (Pileg) pada 9 April mendatang.
Menurut komisioner KPU Juri Ardiantoro, syarat sah surat suara ditetapkan lantaran banyaknya tata cara yang dilakukan masyarakat dalam mencoblos. Juga untuk membantu petugas saat melakukan penghitungan suara.
“Kami berupaya semaksimal mungkin mengakomodasi suara pemilih. Maka, kami tentukan varian-varian tersebut supaya dipahami oleh masyarakat. Intinya supaya memudahkan masyarakat dalam memberikan suaranya,” jelas Juri di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Rabu (26/3).
Karena itu, Juri berharap agar masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik pada 9 April mendatang.
“Pemilih mencoblos pada satu caleg di satu parpol. Kalau itu tidak bisa ditangkap jelas oleh petugas penghitungan suara, maka mencari surat suara yang jelas memilih pada satu parpol,” jelasnya.
Berikut 15 syarat pencoblosan surat suara yang dianggap sah pada Pemilu 2014;
1. Nomor urut, tanda gambar dan nama parpol, maka suaranya dihitung satu untuk parpol;
2. Nomor urut dan nama caleg maka suaranya dihitung satu untuk caleg;
3. Nomor urut, tanda gambar dan nama parpol serta pada kolom nomor urut dan nama caleg, maka suaranya dihitung satu untuk caleg;
4. Nomor urut, tanda gambar dan nama parpol serta lebih dari satu nomor urut dan nama caleg, maka suaranya dihitung satu untuk parpol;
5. Lebih dari satu nomor urut dan nama caleg parpol yang sama, maka suaranya dihitung satu untuk parpol;
6. Tanda coblos lebih dari satu pada satu nomor urut, tanda gambar dan nama caleg, maka suaranya dihitung satu untuk parpol;
7. Tanda coblos lebih dari satu kali pada nomor urut dan nama caleg pada satu parpol, maka suaranya dihitung satu untuk caleg tersebut;
8. Garis di antara kolom yang memuat dua nomor urut dan nama caleg di satu parpol, maka suara dianggap sah untuk satu parpol;
9. Garis yang memuat nomor urut dan nama caleg, maka suara dianggap satu untuk parpol;
10. Garis yang memuat satu nomor urut dan nama caleg, maka suara dianggap satu untuk caleg;
11. Kolom abu-abu di antara nomor urut dan nama caleg pada satu parpol, maka suara dianggap sah satu untuk parpol;
12. Kolom abu-abu di bawah nomor urut dan nama caleg terakhir pada satu parpol, maka suara dihitung satu untuk parpol;
13. Kolom nomor urut dan nama caleg yang sudah didiskualifikasi, maka suara dianggap sah untuk parpol;
14. Kolom nomor urut dan nama caleg yang sudah meninggal dunia, maka suara dihitung satu untuk parpol;
15. Kolom nomor urut, tanda gambar dan nama parpol yang tidak memiliki daftar caleg, maka suara dianggap sah satu untuk parpol.(wah/rus/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.