Kumat Lagi, Dewan Kosongkan Gedung

SERANG, SNOL Enak betul jadi anggota DPRD Kabupaten Serang. Sudah digaji besar, hari kerja kompak memilih bolos meninggalkan kantor. Peman­dangan seperti itu untuk kesekian kali kembali dipertontonkan. Ironisnya, mereka lebih mementingkan melaksanakan kampanye ketimbang melayani masyarakat.
Pantauan Satelit News, Rabu (26/3) pukul 13:00 WIB-15:00 WIB tidak ada satupun anggota maupun pimpinan terlihat. Ge­dung megah yang dibangun dari uang rakyat itu kembali kosong melompong tak berpenghuni.
“Iya sepi dari pagi. Biasa sibuk kampanye. Ada juga yang kunjungan kerja,”ujar Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas dan Protokol Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Kabupaten Serang, Hotmen Siregar, kemarin. Sebelumnya Ketua Badan Kehor­matan DPRD Kabupaten Serang, Muchsinin mengatakan buruknya kedisiplinan para anggota dewan semakin parah menjelang Pemilu 9 April mendatang. Pasalnya, banyak wakil rakyat jarang masuk kerja karena kesibukan partai. “Kedisplinan anggota dewan sema­kin buruk itu didominasi karena kesibukan partai jelang persiapan pemilu,” kata Muchsinin yang juga Ketua Komisi III ini. Sedangkan saat inipun sama halnya Ketua BK tersebut bolos kerja.
Terpisah, pengamat politik Uni­versitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten, Ikhsan Ahmad mengatakan, adanya sikap dewan yang bolos kerja dan mementingkan kampanye bukan suatu hal yang mengherankan. “Karena selama ini memang tidak ada uku­ran atau evaluasi kinerja dewan,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan selulernya.
Menurut Ikhsan, keberhasilan anggota dewan biasanya ketika seoarang anggota dewan dianggap berhasil terpilih kembali sebagai anggota dewan pada periode beri­kutnya. “Terlepas apakah keter­pilihannya menghalalkan segala cara atau tidak,” tandasnya.
Ikhsan menambahkan, keber­hasilan selanjutnya ketika ang­gota dewan dianggap berhasil membangun citra dirinya setinggi dan sepopuler mungkin. “Arti­nya kinerja, moralitas dan aspek substansi dari fungsi anggota dewan tetap kering tanpa makna untuk driving force demokrasi dan pendidikan politik masyarakat,” ujar Ikhsan. (arif/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.