Pengaktifan Pasar Ikan Higienis Terhambat

Masih Menunggu Serah Terima Aset
SERPONG,SNOL Rencana Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengaktifkan kembali Pasar Ikan Higienis (PIH) Tangsel masih menemui hambatan. Untuk bisa mengaktifkan PIH tersebut DKPP harus menunggu adanya bukti hukum tertulis berupa serah terima yang dilakukan Provinsi Banten kepada Pemkot Tangsel.
Kepala DPKP Tangsel Dadang Raharja menjelaskan, bahwa saat ini dari pihak Kementerian sudah berkomunikasi dengan Tangsel untuk mengaktifkan kembali PIH yang rencananya dilokasi yang masih dipakai sebagai kan­tor Dinas Pertanian di samping kawasan komplek Pasar Modern BSD City atau di mulut tol BSD menuju Bintaro. “Kita sih ber­harap secepatnya ini dilakukan, karena potensi PIH cukup besar di Tangsel,”ungkap Dadang saat ditemui di ruang kerjanya, kema­rin.
Kepala Bidang Perikanan DPKP Tangsel Faridzal menjelaskan, sebenarnya PIH tersebut sudah pernah diaktifkan selama 10 tahun oleh Provinsi Banten pada zaman Kabupaten Tangerang, namun setelah itu tidak berkem­bang, padahal potensinya sangat besar. “Kita saat ini menunggu serah terima apa saja yang akan diberikan Provinsi kepada Tangsel, karena gedung yang ada punya Kementerian dan lahannya punya Tangsel, jika kita mau mengak­tifkan kembali, kita juga harus tahu aset mana saja yang akan diserah­kan ke Tangsel dan berupa apa saja,”jelasnya.
Jika ini sudah dilakukan se­rahterima oleh Provinsi, DPKP akan melakukan perubahan ben­tuk PIH. “Kita akan buat De­sain terlebih dahulu, konsep bangunan seperti apa, namun keinginan kita seperti halnya di Pejompongan,”kata Faridzal saat ditemui selepas Musrembang Ciputat.
Dia menceritakan PIH yang akan dibuat berkonsep pasar ikan, dan didalamnya terdapat restoran, bagi masyarakat yang ingin membeli ikan dapat juga mensantap ikan di lokasi tersebut.
Sebelumnya, Lokasi PIH ter­golong strategis karena berada persis di samping kawasan kom­plek Pasar Modern BSD City atau di mulut tol BSD menuju Bintaro. Pasar tersebut berdiri sejak 2003 lalu dan dikelola Koperasi Mina­jaya. Beberapa fasilitas disediakan seperti kios pembibitan ikan hias, ikan hias, ikan konsumsi serta tem­pat olahan hasil perikanan.
PIH terhampar di atas lahan seluas 7 ribu meter. Di dalamnya terdapat 20 lapak berukuran 3×4 meter tertutup. Masing-masing 10 lapak untuk ikan hias sedang­kan 10 lapaknya lagi untuk ikan konsumsi. Kedua puluh lapak tertutup ini dilengkapi dengan Air Conditioner (AC). Namun sejak 2007 lokasi tersebut sudah tidak berfungsi lagi, sekarang lokasi tersebut dipakai sebagai Kantor DPKP.(irm/bnn/hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.