Usai Diperiksa Bablas Masuk Bui

Dugaan Korupsi Hibah/Bansos Pemprov
SERANG,SNOL Tak sepatah katapun keluar dari mulut MIH. Mantan ketua lembaga kajian dan pengembangan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Sholatiyah, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang itu dijebloskan ke tahanan usai menjalani pemeriksaan selama lima jam oleh Kejaksaan Negeri Serang.
Pelaku diduga terlibat kasus dugaan korupsi penyelewengan dana hibah Bansos sebesar Rp 600 juta. MIH adalah tersangka kedua yang ditahan dalam kasus tersebut setelah AR yang telah ditahan terlebih dahulu. Keduanya diduga bersekongkol dan berperan aktif dalam pencairan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Banten tahun 2011 lalu.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, sebelum dijebloskan ke Rutan Klas IIB Serang, MIH terlebih dulu menjalani pemeriksaan di ruang staf Pidsus Kejari Serang sejak pukul 10.00 WIB. Dengan mengenakan kemeja kotak-kotak, MIH datang seorang diri. Pemeriksaan selesai sekitar pukul 16.30 WIB. Dengan dikawal dua petugas Kejari Serang, MH tampak menutupi wajahnya dengan koran menuju mobil operasional Kejari Serang untuk dibawa ke Rutan.
Menurut penyidik, tersangka tidak dijemput paksa untuk dilakukan penahanan, tapi saat pemeriksaan, penyidik menemukan bukti kuat keterlibatan tersangka dan kemudian langsung dilakukan penahanan.
“Tersangka tidak ditangkap, tapi memang dipanggil untuk menjalani pemeriksaan. Penahanan pertama dilakukan hingga 20 hari ke depan,” ujar Kasi Pidsus Kejari Serang, Triono Rahyudi.
Triono mengatakan, tersangka MH merupakan rekan AR, mantan ketua lembaga kajian dan pengembangan YPI Sholatiyah. MIH diduga terlibat langsung dalam proses pencairan dana hibah tersebut. “MIH ini terlibat langsung untuk mencairkan dana,” kata Triono.
Tiono mengaku belum mengetahui lebih jauh peranan tersangka dalam kegiatan tersebut karena keterangannya masih harus didalami untuk mencari bukti-bukti lainnya. Dia memastikan tersangka tidak ada kapasitasnya dalam kepengurusan YPI Sholatiyah. Sementara untuk tersangka AR, saat ini penyidik tinggal memeriksa saksi ahli dari BPKP. “Tinggal nunggu keterangan ahli,” tukasnya. (bagas/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.